Cegah Penularan Campak dan Potensi KLB, Ini yang Dilakukan Pemkot Surabaya!

Reporter : Andriansyah  |   Selasa, 13 Okt 2026 10:58 WIB
IMUNISASI: Orang tua diimbau pastikan anak dapatkan imunisasi campak-rubela lengkap sesuai usia. | Foto: Pemkot Surabaya

SURABAYA | Barometerjatim.com – Memperkuat upaya pencegahan campak, Pemkot Surabaya menerbitkan surat edaran (SE) terkait penguatan edukasi masyarakat dan kewaspadaan terhadap penularan campak serta potensi Kejadian Luar Biasa (KLB).

Kebijakan yang merupakan tindak lanjut atas SE Gubernur Jatim ini berfokus pada peningkatan edukasi masyarakat, deteksi dini gejala, serta penguatan cakupan imunisasi campak-rubela (MR) untuk melindungi kesehatan warga.

Baca juga: Hari Jadi ke-81 Jatim, Eri: Surabaya Pegang Peran Vital bagi Jatim dan Indonesia Timur!

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dr Billy Daniel Messakh, mengatakan campak merupakan penyakit menular yang dapat dicegah melalui imunisasi dan penerapan langkah pencegahan yang tepat.

“Campak merupakan penyakit menular yang dapat menyebar dengan cepat, namun dapat dicegah melalui imunisasi dan penerapan perilaku pencegahan yang tepat,” katanya, Selasa (13/10/2026).

Mendukung upaya tersebut, Pemkot Surabaya mengoptimalkan penyebaran informasi melalui perangkat daerah (PD), kecamatan, kelurahan, media sosial resmi pemerintah, serta berbagai kegiatan kemasyarakatan. 

Edukasi juga dilakukan melalui Posyandu, PKK, dan Kader Surabaya Hebat (KSH) agar informasi mengenai gejala, penularan, dan pencegahan campak dapat menjangkau keluarga secara lebih luas.

Perilaku Hidup Sehat

Billy menjelaskan, peningkatan pengetahuan masyarakat menjadi salah satu langkah penting untuk mendorong perilaku hidup sehat, serta memastikan warga memperoleh penanganan yang tepat apabila mengalami gejala penyakit.

“Masyarakat diimbau segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan, apabila mengalami demam yang disertai ruam pada kulit atau gejala lain yang mengarah pada campak,” kata Billy.

Baca juga: Khofifah Beber Keberhasilan Nawa Bhakti Satya di Hari Jadi ke-81 Jatim, Apa Saja?

“Pemeriksaan sejak dini, diharapkan membantu tenaga kesehatan melakukan penilaian dan memberikan penanganan sesuai kondisi pasien,” jelasnya.

Pemkot Surabaya juga mendorong peran aktif keluarga dan lingkungan dalam mendukung upaya pencegahan. 

Melalui kegiatan edukasi, KSH bersama unsur masyarakat lainnya diharapkan dapat membantu menyebarluaskan informasi kesehatan serta mengajak warga memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia.

Selain edukasi, penguatan imunisasi menjadi salah satu fokus utama dalam pencegahan campak. Pemkot Surabaya mengimbau orang tua memastikan anak mendapatkan imunisasi campak-rubela (MR) secara lengkap sesuai usia. 

Kecamatan dan kelurahan turut didorong mendukung pelaksanaan imunisasi rutin, imunisasi kejar bagi anak yang belum melengkapi dosis, serta imunisasi tambahan sesuai kebijakan dan hasil kajian epidemiologi.

Baca juga: Surabaya Raih 2 Penghargaan Kemenhub, Dishub Siapkan Alat Uji Mobil Listrik!

“Melalui penguatan edukasi, dukungan masyarakat, dan optimalisasi layanan imunisasi, Pemkot Surabaya berharap upaya pencegahan campak dapat berjalan lebih efektif,” ucap Billy. 

“Masyarakat pun diajak menerapkan prinsip cegah, kenali, dan segera periksa sebagai bagian dari upaya bersama menjaga kesehatan keluarga dan lingkungan,” imbuhnya.{*}

| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer