Eri Cahyadi Minta Ruang IGD Puskesmas Dibenahi: Jangan seperti di Film Horor!
SURABAYA | Barometerjatim.com – Tak hanya membenahi mekanisme antrean online dan fasilitas Puskesmas, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi juga memberi perhatian terhadap kondisi ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD).
“Saya melihat ruang IGD Puskesmas, warnanya seperti yang ada di film-film horor. Coba diganti dengan warna yang lebih menarik dan nyaman dipandang. Ini terkesan menyeramkan. Sebanyak 23 puskesmas rawat inap harus memiliki kondisi yang baik semuanya," katanya, Minggu (18/10/2026).
Baca juga: Warga Keluhkan Antrean Online Puskesmas, Eri Cahyadi Gerak Cepat Benahi Sistem!
Pemandangan horor itu dilihat Eri saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Puskesmas Medokan Ayu, Selasa (13/10/2026), setelah menerima aduan warga terkait antrean online Puskesmas tersebut.
Eri juga menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas kekurangan pelayanan yang masih ditemukan. Dia menegaskan, evaluasi dan pembenahan tidak hanya dilakukan di Puskesmas Medokan Ayu, tetapi juga menjadi perhatian bagi seluruh Puskesmas di Kota Pahlawan.
"Insyaallah semua sistem pelayanan akan saya samakan dengan yang diterapkan di Rumah Sakit Soewandhie, Rumah Sakit BDH, dan Rumah Sakit Eka Candrarini," tuturnya.
Peningkatan Pelayanan
Menurut Eri, peningkatan kualitas pelayanan kesehatan merupakan bagian dari upaya Pemkot Surabaya untuk memastikan seluruh masyarakat mendapatkan layanan yang layak. Dia ingin warga yang memperoleh pengobatan gratis, tetap merasakan kualitas pelayanan yang baik.
Baca juga: Eri Minta Jukir Bermasalah Diganti: Pilih Warga Surabaya, Mereka juga Butuh Pekerjaan!
"Saya ingin masyarakat kecil di Surabaya yang mendapatkan pengobatan gratis, juga bisa memperoleh pelayanan seperti di rumah sakit dengan biaya pengobatan mahal," ucapnya.
Di sisi lain, Eri turut mengapresiasi tenaga kesehatan (nakes) yang selama ini bekerja melayani masyarakat. Namun demikian, tingginya jumlah pasien harus diimbangi dengan manajemen pelayanan yang efektif agar kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi secara optimal.
"Saya menyampaikan kepada Kepala Dinas Kesehatan dan para Kepala Puskesmas, bahwa manajemen harus mampu mengelola pelayanan dengan baik. Jika kekurangan tenaga, harus ditambah. Karena itu, yang saya tegur bukan tenaga kesehatannya, melainkan manajemennya," jelasnya.
Karena itu, dia meminta seluruh nakes tetap bersemangat menjalankan tugas dan pengabdian kepada masyarakat. Selain itu, Eri meminta manajemen Puskesmas memastikan sistem pelayanan berjalan baik, sehingga tidak terjadi keterlambatan.
Baca juga: Cegah Penularan Campak dan Potensi KLB, Ini yang Dilakukan Pemkot Surabaya!
"Dengan demikian, masyarakat yang datang ke rumah sakit tidak justru bertambah sakit, tetapi bisa segera mendapatkan pelayanan yang membuat kondisi kesehatannya semakin baik," ucapnya.{*}
| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur