Sabet TPAKD Award 2026, Surabaya Sandang Kota Terbaik se-Jawa dan Bali!

Reporter : Andriansyah  |   Jumat, 23 Okt 2026 13:03 WIB
SURABAYA KOTA TERBAIK: Eri Cahyadi (tengah) menerima penghargaan TPAKD Award 2026 dari OJK. | Foto: Pemkot Surabaya

SURABAYA | Barometerjatim.com – Surabaya, kota yang dipimpin Eri Cahyadi alias Cak Eri, menyabet penghargaan Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) Award 2026 kategori Terbaik Tingkat Kota Wilayah Jawa-Bali. 

Penghargaan dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tersebut diberikan atas upaya Pemkot dalam memperluas akses layanan keuangan yang menyasar masyarakat, pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), hingga pekerja.

Baca juga: Kasus Perundungan Anak Disabilitas di Surabaya, Pemkot: Hentikan Sebar Foto ABH!

Penyerahan penghargaan dilakukan Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari Dewi kepada Eri Cahyadi dalam Rapat Koordinasi Nasional Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (Rakornas TPAKD) 2026 yang turut dihadiri Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Dalam Negeri Muhammad Tito Karnavian di Jakarta, Kamis (22/10/2026). 

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma mengatakan, penghargaan tersebut merupakan hasil pelaksanaan tujuh program unggulan TPAKD sepanjang 2025. Program-program itu berfokus pada perluasan akses keuangan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, dan peningkatan kesejahteraan warga.

"Secara resmi Pemkot menerima penghargaan TPAKD Award 2026 Tingkat Kota untuk wilayah Jawa-Bali. Tim ini bertugas memberikan literasi dan inklusi keuangan kepada warga Surabaya," katanya, Jumat (23/10/2026).

Vykka menjelaskan, pelaksanaan program tersebut sejalan dengan pencapaian sejumlah indikator pembangunan Surabaya pada 2025. Pertumbuhan ekonomi tercatat 5,87 persen, melampaui target 5,77 persen. Lalu Indeks Pembangunan Manusia (IPM) mencapai 85,65 dari target 85,26. 

"Sementara tingkat kemiskinan terealisasi sebesar 3,56 persen, lebih rendah dibandingkan target 3,9 persen," tuturnya.

Tujuh Program Unggulan

Adapun tujuh program unggulan TPAKD Surabaya tersebut mencakup penguatan infrastruktur digital, pendampingan akses keuangan, perlindungan pekerja, pembiayaan UMKM, pemberdayaan ekonomi lokal, edukasi investasi, hingga digitalisasi pembayaran.

Pertama, program Satu Data Surabaya. Yakni penguatan infrastruktur digital melalui pemanfaatan aplikasi, situs web, dan sistem data terpadu. Sistem tersebut digunakan untuk mendukung pengambilan kebijakan ekonomi dan penyaluran bantuan sosial.

Kedua, Pasti Laku. Program ini memberikan asistensi, pendampingan, literasi, serta edukasi akses keuangan kepada masyarakat dan pelaku usaha. 

Ketiga, perlindungan melalui BPJS Ketenagakerjaan bagi pekerja, pengemudi ojek online (ojol) dan warga yang bertugas melayani masyarakat. Program ini tercatat mencakup 99.724 peserta.

Baca juga: Eri Cahyadi Minta Ruang IGD Puskesmas Dibenahi: Jangan seperti di Film Horor!

Keempat, penyaluran Kredit Melawan Rentenir (K/PMR) PUSPITA melalui PT BPR Surya Artha Utama yang telah menjangkau 2.138 debitur.

Kelima, Program Pemberdayaan dan Ketahanan Ekonomi Nang Suroboyo (Peken). Platform digital yang dapat diakses melalui peken.surabaya.go.id tersebut bertujuan memperluas pemasaran produk UMKM lokal. Hingga akhir 2025, program tersebut melibatkan 5.734 UMKM dengan omzet mencapai Rp 216 miliar.

Keenam, Galeri Investasi Pasar Modal. Program ini menyediakan edukasi dan sarana investasi legal bagi masyarakat di Mal Pelayanan Publik (MPP) Siola. 

Sedangkan ketujuh, digitalisasi pembayaran melalui Kartu Identitas Anak (Katepay) dan Simpanan Pelajar (Simpel) di Surabaya. Nilai transaksi atau simpanan dalam program ini mencapai Rp 158 miliar.

Selain memperluas akses layanan keuangan, Vykka menuturkan, Pemkot Surabaya juga menyediakan skema pembiayaan berbunga rendah untuk mendukung pengembangan UMKM.

"Salah satu program unggulan untuk peningkatan akses pembiayaan kepada UMKM berupa Puspita, yaitu pinjaman dengan bunga 3 persen per tahun, dan Si-Kumis dengan bunga 5 persen per tahun," ujar Vykka.

Baca juga: Warga Keluhkan Antrean Online Puskesmas, Eri Cahyadi Gerak Cepat Benahi Sistem!

Tidak hanya itu, Pemkot Surabaya juga memberikan dukungan kepada kelompok berpenghasilan rendah melalui bantuan iuran BPJS Ketenagakerjaan yang dibiayai APBD. Sementara bagi pelaku UMKM, mereka difasilitasi pemasaran digital melalui platform Peken.

"Dalam hal ini Pemkot bersama OJK dan Lembaga Jasa Keuangan (LJK) bersinergi dalam upaya memberikan literasi dan inklusi keuangan ke sekolah-sekolah, UMKM sampai kelompok perempuan," papar Vykka.

Di 2026, Vykka mengungkapkan Pemkot Surabaya berencana melanjutkan sejumlah program yang telah berjalan. Termasuk penguatan basis data dan literasi keuangan melalui program Somasi Pinjol.

"Ada juga penambahan program baru berupa digitalisasi pembayaran parkir, pajak dan retribusi, ekosistem digitalisasi pasar tradisional dan pariwisata," terangnya.{*}

| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer