PAC PDIP se-Sidoarjo Dilantik, Puti Guntur: Yang Loyal, Jangan Mencla-mencle!

Reporter : Syaikhul Hadi  |   Selasa, 19 Mei 2026 22:22 WIB
JANGAN MENCLA-MENCLE: Puti Guntur Soekarno menghadiri pelantikan PAC PDIP se-Kabupaten Sidoarjo. | Foto: IST

SIDOARJO | Barometerjatim.com – Ketua Bidang Pendidikan DPP PDIP, Puti Guntur Soekarno menghadiri pelantikan ratusan pengurus PAC PDIP se-Kabupaten Sidoarjo periode 2026-2031 di Fave Hotel, Senin (18/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Puti berpesan kepada pengurus yang baru dilantik agar memiliki loyalitas terhadap PDIP, tidak mencla-mencle alias berubah-ubah dalam pilihan politiknya. 

Baca juga: Syaifuddin Zuhri Ketua DPRD Surabaya, Pesan Tajam PDIP: Jangan Permalukan Partai!

"Hari ini yang kita butuhkan adalah loyalitas terhadap PDIP, enggak boleh mencla-mencle. Nanti akan diuji loyalitas kita pada saat 2029. Itu ujian kita, kita loyal apa tidak terhadap partai," katanya. 

Seluruh kader, tandas anggota DPR RI itu, harus menjalankan aturan partai sesuai AD/ART secara disiplin. Termasuk dalam menghormati simbol-simbol partai dan negara.

Puti juga menyoroti adanya perbedaan pada prosesi pelantikan di Sidoarjo,  karena menyanyikan lagu “Bung Karno Bapak Marhaenisme”.

"Kalau tadi ada sedikit perbedaan, menyanyikan lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme. Saya tidak tahu apakah di kabupaten/kota lain sudah menyanyikannya, saya kira baru di Sidoarjo. Matur nuwun," katanya.

Menurut Puti, penghormatan terhadap simbol partai dan sejarah perjuangan merupakan instruksi langsung dari Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri.

"Jadi kalau kita berdiri berjam-jam, menghormati panji-panji bangsa, bendera merah putih, dan panji-panji partai, itu adalah bagian dari disiplin kita, loyalitas kita kepada PDIP," tegasnya.

Baca juga: PDIP Ajukan PAW Adi Sutarwijono, Calon Ketua DPRD Surabaya Masih Rahasia!

Puti menjelaskan, lagu Bung Karno Bapak Marhaenisme memiliki makna historis yang erat dengan perjalanan panjang partai, termasuk akar perjuangan yang berasal dari PNI dan ajaran marhaenisme yang diperkenalkan Soekarno.

"Bung Karno telah mengajarkan apa itu marhaenisme. Satu kalimat yang pada masanya ketika kita mengatakan marhaenisme, maka orang-orang yang dianggap sebagai pengikut Bung Karno semua ditumpas habis, bahkan dihabiskan, dihilangkan. Ini adalah bagian dari sejarah panjang PDIP," ujarnya.

Karena itu, dia meminta seluruh kader tidak sekadar hadir sebagai formalitas, melainkan memahami semangat perjuangan partai dan memperkuat soliditas organisasi.

"Jadi kita ini hadir di sini bukan untuk gaya-gayaan, kita hadir di sini terutama karena motor penggerak partai, mesin partai ini semuanya harus bisa bergotong-royong, bisa solid, dan loyal," katanya. 

Baca juga: VIDEO: Hasto Cerita Hidupnya Sangat Sempurna di Penjara, Kini Kolesterol Naik Lagi!

Terkait pelantikan, Ketua DPC PDIP Sidoarjo Hari Yulianto mengatakan ada 198 kader yang dilantik sebagai pengurus dari 18 PAC (kecamatan). 

“Dari jumlah itu, diisi kader perempuan sebanyak 83 orang (42%) dan generasi muda usia di bawah 35 tahun sebanyak 75 orang (38%),” jelasnya.{*}

| Baca berita PDIP. Baca tulisan terukur Syaikhul Hadi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer