40 Warga PKBM Adhiyaksa Tuban Diwisuda, Lindra Siapkan Jalan ke Kampus!

Reporter : Hamim Anwar  |   Jumat, 09 Okt 2026 09:44 WIB
PELEPASAN: Bupati Lindra bersama jajaran Kejari serahkan cendera mata kepada warga belajar PKBM. | Foto: IST

TUBAN | Barometerjatim.com – 40 dari 233 warga belajar binaan Adhiyaksa Tuban lulus pendidikan kesetaraan di Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM) Adhiyaksa.

Puluhan peserta yang dinyatakan lulus pendidikan kesetaraan baik Paket A, Paket B, dan Paket C tersebut sebagian besar berusia 25 hingga 50 tahun. 

Baca juga: 850 PNS Tuban Ikuti Pro-ASN, Lindra: Penempatan Harus Sesuai Kemampuan!

Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Tuban, Ujang Sutisna mengatakan program pendidikan kesetaraan melalui PKBM harus menjadi pintu masuk untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia sekaligus keterampilan masyarakat.

Menurutnya, lulusan PKBM di Tuban harus dibekali dengan skill atau keterampilan kerja dan memiliki akses melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.

"Bukan saja lulus, dapat ijazah Paket A, Paket B, Paket C, tapi keterampilan juga penting," katanya, Selasa (6/10/2026).

Karena itu, Ujang meminta Pemkab Tuban menggandeng Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait untuk memberikan pelatihan keterampilan, sesuai potensi dan kebutuhan masyarakat kepada lulusan PKBM.

Seperti pelatihan keterampilan menjahit, memasak bagi peserta perempuan, dan peserta laki-laki bisa diberikan pelatihan las, montir, servis elektro.

"Kita ingin meningkatkan skill. Nanti kita jajaki dengan rekan-rekan stakeholder lainnya, sehingga kita bisa melakukan kerja sama untuk ke depannya," ujarnya.

Kajari Tuban berharap lulusan PKBM tidak berhenti setelah memperoleh ijazah, tapi terus mengasah dan meningkatkan skill yang dibutuhkan dunia kerja saat ini.

Selain itu, alumni PKBM harus menularkan pengalamannya kepada tetangga atau teman yang belum memiliki ijazah agar mengikuti pendidikan kesetaraan.

"Masih banyak masyarakat yang belum mendapatkan kesempatan pendidikan formal," tuturnya. 

Baca juga: Hari Batik Nasional, Bupati Tuban Ajak Rawat Warisan dan Hidupkan Batik Gedog!

Sementara itu Bupati Tuban, Aditya Halindra Faridzky mengatakan Pemkab siap menindaklanjuti berbagai masukan yang disampaikan Kajari. 

Termasuk membuka peluang bagi lulusan PKBM untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.

"Tadi Pak Kajari memberikan masukan, dan kami mendukung secara penuh terhadap inisiatif yang dilakukan oleh Pak Kajari,” katanya.

Menurut Lindra, Pemkab Tuban akan menggandeng perguruan tinggi yang berada di wilayah Tuban bagi lulusan yang ingin melanjutkan pendidikan. 

Adapun untuk membantu pembiayaan pendidikan bagi peserta yang akan melanjutkan kuliah, pihaknya akan menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Tuban.

Baca juga: Kriyanusa 2026, Dekranasda Tuban Juara 1 Kriya Potensial Kategori Serat Alam

"Insyaallah nanti ada tiga peserta sampai empat peserta, nanti kita akan menggandeng Baznas untuk masalah biayanya," ujarnya.

Menurut Lindra, keberadaan PKBM yang bergerak dalam pendidikan kesetaraan saat ini diharapkan mampu mendongkrak angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Tuban yang masih di angka 72.15. 

"Setiap tahun IPM kita terus naik. Saat ini angkanya 72.15, targetnya bisa naik di angka kepala 8 sekianlah," ucapnya.{*}

| Baca berita Pemkab Tuban. Baca tulisan terukur Hamim Anwar | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer