Warga Keluhkan Antrean Online Puskesmas, Eri Cahyadi Gerak Cepat Benahi Sistem!

Reporter : Andriansyah  |   Senin, 19 Okt 2026 00:50 WIB
DEKAT DENGAN WARGA: Wali Kota Eri Cahyadi sapa warga yang berobat di Puskesmas Medokan Ayu. | Foto: Pemkot Surabaya

SURABAYA | Barometerjatim.com – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi untuk kali kesekian bergerak cepat menyelesaikan problem warganya. Selasa (13/10/2026), dia melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke Puskesmas Medokan Ayu setelah menerima aduan lewat Lapor Cak Eri.

"Jadi, ada laporan yang masuk melalui hotline saya mengenai seorang warga yang mendaftar melalui e-Health dan mendapatkan nomor antrean 20. Namun ketika tiba di lokasi, nomornya berubah menjadi 78," ujarnya, Minggu (18/10/2026).

Baca juga: Eri Cahyadi Minta Ruang IGD Puskesmas Dibenahi: Jangan seperti di Film Horor!

Eri menegaskan, Pemkot Surabaya berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di seluruh Puskesmas. Upaya tersebut dilakukan melalui pembenahan sistem antrean online, penyeragaman standar pelayanan, serta peningkatan kenyamanan fasilitas kesehatan bagi masyarakat.

Dari hasil pengecekan, dia menemukan adanya kekeliruan dalam penerapan mekanisme antrean, terutama bagi pasien yang datang terlambat. Menurutnya, sistem tersebut perlu diperbaiki agar memberikan kepastian dan kejelasan alur pelayanan kepada masyarakat.

"Setelah saya periksa, memang ada yang kurang tepat. Ada kekeliruan sistem di Puskesmas Medokan Ayu ini. Apa kekeliruannya? Ketika ada pasien baru yang datang terlambat, langsung diberikan nomor antrean baru,” kata Eri. 

“Padahal, seharusnya tidak seperti itu. Jika ada pasien yang terlambat, antreannya dilewati lima nomor terlebih dahulu, baru kemudian pasien tersebut diperiksa," tandasnya.

Dia menegaskan, mekanisme antrean di seluruh Puskesmas harus diseragamkan dengan sistem yang diterapkan di RSUD Dr Mohamad Soewandhie. Penyeragaman ini diharapkan dapat menciptakan alur pelayanan yang lebih tertib sekaligus mencegah kebingungan pasien.

Baca juga: Eri Minta Jukir Bermasalah Diganti: Pilih Warga Surabaya, Mereka juga Butuh Pekerjaan!

"Jadi, sistem ini harus kita atur kembali agar sama dengan yang diterapkan di RS Soewandhie. Semua Puskesmas harus memiliki standar pelayanan yang sama," tegas Cak Eri -- sapaan lekatnya.

Selain mengevaluasi sistem antrean, Eri turut memeriksa kondisi bangunan dan ruangan di Puskesmas Medokan Ayu. Dia meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Surabaya memastikan pembenahan fasilitas kesehatan dilakukan secara menyeluruh.

"Saya tidak hanya memeriksa antreannya, tetapi juga melihat kondisi gedungnya. Karena itu, saya memerintahkan Kepala Dinas Kesehatan agar pada 2027 seluruh Puskesmas di Surabaya harus menjadi lebih baik," pintanya.

Baca juga: Cegah Penularan Campak dan Potensi KLB, Ini yang Dilakukan Pemkot Surabaya!

Selain itu, perhatian juga diberikan terhadap kondisi ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Puskesmas. Eri menilai, pemilihan warna dan suasana ruangan perlu diperbaiki agar menciptakan lingkungan yang lebih nyaman bagi pasien.{*}

| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer