Wujudkan Swasembada Pangan, 2 Menko Turun ke Jatim Lecut 38 Bupati-Wali Kota!

Reporter : Rofiq Kurdi  |   Sabtu, 15 Mar 2025 14:44 WIB
RAKOR: AHY dan Zulhas hadiri undangan rakor ketahanan pangan di Grahadi Surabaya. | Foto: Barometerjatim.com/HPJ

SURABAYA | Barometer Jatim – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan turun ke Jatim menghadiri rapat koordinasi di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (14/3/2025).

Dalam kesempatan tersebut, AHY melecut 38 bupati-wali kota yang hadir untuk bersama-sama berkomitmen mendukung terwujudnya swasembada pangan. Pihaknya sendiri akan mengoptimalkan lahan infrastruktur irigasi.

Baca juga: Produksi Jagung Banyuwangi Capai 250.596 Ton, Ipuk: Selalu Surplus!

“Orkestrasi infrastruktur dan pembangunan kewilayahan menjadi modal penting dalam mendukung pembangunan di daerah. Maka sebagai sarana pendukung mewujudkan ketahanan pangan, maka kita siap untuk mengoptimalkan saluran irigasi,” ujarnya.

Adapun area yang menjadi perhatian yang mendukung ketahanan pangan meliputi Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek dan Bendungan Karangnongko Kabupaten Bojonegoro.

Produksi 13,95 Juta Ton 

Sedangkan Zulkifli Hasan (Zulhas) memaparkan total produksi beras Januari-April 2025 mencapai 13,95 juta ton dengan total konsumsi beras Januari-April 2025 mencapai 10,36 juta ton.

"Neraca produksi konsumsi dari Januari April 2025 surplus 3,59 kita ton lebih tinggi 2,79 juta ton atau 348,75 persen dibanding periode yang sama di tahun 2024," terangnya.

Hal lain yang disampaikan Zulhas untuk dapat mencapai target swasembada pangan, di berbagai target nasional lainnya adalah dengan menjalankan clean and clear government.

Tak hanya itu, selama masa panen raya ini Zulhas berpesan kepada para bupati agar berkenan menjadi mandor untuk memantau langsung kondisi di lapangan dan terus mengkoordinasikan perkembangan yang terjadi di lapangan.

Baca juga: Pledoi, 4 Terdakwa Korupsi Hibah Jatim Merengek Minta Dihukum Ringan!

"Ini saya minta tolong untuk para bupati agar menjadi mandor. Bapak ibu punya aparat di kecamatan dan di desa, itu bisa dikerahkan, dan dalam dua Minggu ini bisa undang mereka di pendopo untuk melakukan koordinasi," ucapnya.

Menjelang HBKN, ia meminta agar para kepala daerah terus memonitor harga berbagai kebutuhan termasuk bahan pokok. Sehingga ketika terjadi kenaikan segera bisa melakukan upaya-upaya agar harga segera kembali normal.

GKP Capai 12,7 Juta Ton

Sementara itu Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa yang memimpin rapat koordinasi optimis Jatim akan mampu mempertahankan produksi padi tertinggi nasional 2025. Tahun ini diharapkan total produksi Gabah Kering Panen (GKP) bisa mencapai 12,7 juta ton sebagaimana ditetapkan pemerintah pusat. Terutama jika 488.379 hektare lahan kurang produktif  di Jatim terairi dengan baik dengan dukungan infrastruktur irigasi yang memadai.

“Jadi kita optimis mencapai target peningkatan GKP sebanyak 12,7 juta ton, jika 488.379 hektar lahan kurang produktif  ini dapat dioptimalisasi dan terairi dengan baik,” katanya.

Baca juga: Demo Korupsi Hibah Ponpes Al Ibrohimi Gresik, Senggol Keras Nama Husnul Khuluq!

Menurutnya, optimisme ini dapat terwujud sebab Jatim merupakan produsen padi terbesar di Indonesia yang secara konsisten menduduki posisi pertama sebagai produsen padi tertinggi selama 5 tahun.

Meski demikian, dibutuhkan upaya signifikan untuk dapat mencapai target yang ditetapkan pemerintah pusat. “Jadi ada hal-hal yang barangkali memang diperlukan assessment ulang dari apa yang sebetulnya kita bisa melakukan maksimalisasi," katanya.{*}

| Baca berita Swasembada Pangan. Baca tulisan terukur Rofiq Kurdi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer