Buka Akses Beasiswa S1-S3, Gernas Ayo Mondok Rihlah Ilmiah ke UTM Malaysia
SURABAYA | Barometer Jatim – Gerakan Nasional (Gernas) Ayo Mondok mengisi kegiatan awal tahun dengan melakukan rihlah (perjalanan) ilmiah ke Singapura, Malaysia, dan Batam, 7-10 Januari 2026.
“Rihlah ilmiah ini diikuti 55 pengasuh dari 41 pesantren di Jawa dan Sumatra,” terang Sekjen Gernas Ayo Mondok, KH Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans, Minggu (11/1/2026).
Baca juga: Gus Hans: PBNU Elitis, Konflik Tak Berdampak Signifikan ke Warga NU!
Di Singapura, rombongan di antaranya ziarah ke makam Habib Noh bin Muhammad Al-Habsyi. Setelahnya lanjut ke Malaysia berkunjung ke Universiti Teknologi Malaysia (UTM).
Kedatangan Gernas Ayo Mondok ke UTM untuk membuka akses beasiswa santri alumni Pondok Pesantren (Ponpes) di Indonesia agar bisa melanjutkan kuliah S1-S3 di luar negeri.
“Tetap sambil meneguhkan ahlussunnah wal jama’ah dengan akidah yang tidak jauh berbeda dengan apa yang kita amalkan,” ucap Gus Hans.
“Sehingga para santri tetap memiliki pengetahuan dan pengalaman internasional, tanpa menghilangkan kultur budaya lokal yang telah kita pegang bersama-sama,” tandasnya.
Dalam pertemuan dengan pihak UTM, kiai muda pengasuh Ponpes Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang itu menuturkan menghasilkan beberapa kesepakatan.
Baca juga: Konflik PBNU, Gus Hans: Kebiasaan Buruk Ganti Pimpinan di Tengah Jalan!
“Di antaranya pihak UTM akan datang ke Indonesia, memberikan peluang-peluang dan juga mencarikan akses guarantor atau penjamin beasiswa bagi para santri alumni pesantren untuk bisa meneruskan kuliah di Malaysia,” ujar Gus Hans.
“Dan jika ini bisa berjalan, maka insyaallah banyak santri kita bisa memiliki wawasan dan juga pengetahuan internasional. Terlebih kampus ini memiliki moto yang keren menurut kami: Karena Allah untuk Manusia (In the Name of God for Mankind),” terangnya.
Bagi Gus Hans, motto tersebut memberikan makna filosofi yang kuat. Gernas Ayo Mondok dan UTM memiliki pikiran dan semangat yang sama, bahwa apa pun ilmu yang kita miliki bersumber dari Allah dan harus kembali untuk menjalankan perintah-Nya.
Baca juga: Gernas Ayo Mondok Terbitkan Buku Pesantren Sehat, Diluncurkan Menkes Awal 2026
Di hari terakhir rihlah, rombongan berkunjung ke Batam. Sejumlah kegiatan dilakukan, termasuk ziarah ke makam Raja Isa bin Raja Ali atau lebih dikenal dengan Nong Isa, penguasa pertama Pulau Batam.{*}
| Baca berita Gernas Ayo Mondok. Baca tulisan terukur Rofiq Kurdi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur