Renovasi Rumah Tak Layak Huni, Eri Cahyadi Utamakan Warga Miskin Desil 1-5!
SURABAYA | Barometer Jatim – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan Pemkot Surabaya memprioritaskan warga miskin desil 1-5 atau keluarga prasejahtera untuk perbaikan rumah tidak layak huni, mengikuti arahan Presiden Prabowo Subianto dan Kementerian Sosial.
Hal itu disampaikan Eri saat acara Serah Terima 100 Unit Rumah Program Bebenah Kampung "Gotong Royong Renovasi Rumah Merah Putih" di kantor Kecamatan Wonokromo, Senin (9/2/2026).
Baca juga: 5.012 Anak Surabaya Lolos Tes Lanjutan Beasiswa Penghafal Kitab Suci, Ini Jadwalnya!
Program ini merupakan kolaborasi nyata antara Pemkot Surabaya, pemerintah pusat, dan Yayasan Buddha Tzu Chi Indonesia untuk mewujudkan hunian layak bagi masyarakat kurang mampu.
"Saya harus berani. Kalau ada rumah mau roboh tapi pemiliknya mampu (di atas desil 5), ya mohon maaf, kita utamakan yang benar-benar tidak mampu dulu. Kita ingin bantuan ini tepat sasaran dan adil sesuai aturan," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, Eri juga menekankan pentingnya persatuan dan kerukunan antarwarga tanpa memandang latar belakang suku maupun agama. Pembangunan di Surabaya, tandasnya, mustahil dilakukan sendirian oleh pemerintah.
"Hari ini warga Surabaya harus berdiri dengan kakinya. Jangan mau dipecah belah. Buktinya, rumah jenengan (anda) dibangun bukan hanya oleh satu suku. Siapa yang tinggal dan membesarkan Surabaya, itulah warga Surabaya sejati," ujarnya.
Dia juga mengajak warga yang memiliki rezeki lebih untuk terus berzakat, berinfak, dan bersedekah melalui lembaga resmi atau gerakan kemanusiaan. Sehingga, kebaikan bisa terus berjalan dan menjadi harapan baru untuk banyak orang.
“Sedekah itu menjauhkan bala dan mendatangkan rezeki. Jangan menunggu kaya untuk membantu orang lain," imbuhnya.
Baca juga: KBS Digeledah Kejati Jatim Terkait Dugaan Korupsi, Operasional Tetap Jalan!
Sementara itu Ketua Yayasan Buddha Tzu Chi Surabaya, Vivian Fan menyampaikan program ini bagian dari komitmen nasional yayasan untuk merenovasi 5.000 unit rumah di 13 kota di Indonesia.
"Untuk Surabaya, target kami adalah 500 unit. Hingga hari ini, 100 unit sudah selesai serah terima, dan 118 unit lainnya sedang dalam proses yang kami targetkan tuntas sebelum lebaran. Sisanya 282 unit akan menyusul,” katanya.
Vivian juga mengajak masyarakat untuk turut mendukung gerakan "Satu Koin, Satu Doa" sebagai bentuk gotong royong dan estafet kebaikan kepada sesama warga.
Di sisi lain, rasa syukur mendalam dirasakan para penerima manfaat. Salah satunya Trianto Santosa, warga Kelurahan Ngagel Rejo. Dia mengaku sangat terbantu dengan program Renovasi Rumah Merah Putih.
Baca juga: Top! Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza Masuk 125 Event KEN 2026
"Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Bapak Wali Kota, Bapak Presiden Prabowo, dan Yayasan Buddha Tzu Chi. Dulu rumah saya bocor semua, sekarang alhamdulillah sudah baik dan layak," ungkapnya.
Sebagai informasi, tahun ini Pemkot Surabaya memproyeksikan perbaikan sebanyak 3.242 unit Rutilahu. Rinciannya 2.240 unit bersumber dari dana APBD Surabaya dan 1.002 unit berasal dari bantuan non-APBD termasuk Yayasan Buddha Tzu Chi dan sektor swasta lainnya.{*}
| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur