Polemik MBG Beban APBN, Nawardi: Ini Program Jalur Sutra Menuju Indonesia Emas!
SURABAYA | Barometer Jatim – Di tengah polemik Makan Bergizi Gratis (MBG) membebani keuangan negara, Ketua Komite IV DPD RI, Ahmad Nawardi justru melihat program prioritas Presiden Prabowo Subianto tersebut salah satu jalur sutra menuju Indonesia Emas 2045.
“Program ini bukan sekadar bantuan makanan, tetapi langkah besar untuk membangun kualitas manusia Indonesia sejak dini,” katanya, Senin (16/2/2026).
Baca juga: Sambut Seruan Prabowo, 61.500 Warga Surabaya Tumpah Ruah Gelar Kurve!
Senator asal Jawa Timur itu juga mengapresiasi Badan Gizi Nasional (BGN) yang dikepalai Dadan Hindayana, karena sangat cepat membangun dan merealisasikan MBG. Hanya dalam waktu setahun, BGN telah membangun 23.000 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) seluruh Indonesia.
“Ini bukan pekerjaan mudah, tapi di tangan BGN pekerjaan yang berat jadi ringan karena sistem yang dibangun luar biasa dan mereka bekerja 24 jam,” ucapnya.
Bagi Nawardi, keberhasilan ekonomi tidak boleh hanya diukur dari angka pertumbuhan. Ekonomi yang kuat harus berdiri di atas fondasi sosial yang kokoh. Jika masyarakat sehat, anak-anak tumbuh dengan gizi cukup dan kebutuhan dasar terpenuhi, maka pertumbuhan ekonomi akan lebih stabil dan berkelanjutan.
Dia mengingatkan, selama ini perdebatan publik sering melihat program seperti MBG hanya membebani APBN. Padahal jika dipahami secara menyeluruh, program ini adalah investasi jangka panjang pada sumber daya manusia. Negara sedang menyiapkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif.
Baca juga: Prabowo Gagas Gentengisasi, Gerindra Jatim: Bisa Kurangi Impor Seng Rp 5 Triliun!
Menurut Nawardi, pengalaman dinamika sosial beberapa waktu lalu menjadi pelajaran penting. Pertumbuhan ekonomi yang tinggi tidak akan bertahan jika masyarakat merasa tertinggal. Karena itu, program penguatan gizi masyarakat dapat menjadi penopang stabilitas dan menjaga ketenangan sosial.
Dia berharap, semua pihak melihat MBG sebagai bagian dari strategi besar pembangunan nasional. Pertumbuhan ekonomi, pemerataan kesejahteraan, dan stabilitas harus berjalan bersama. Dengan cara itulah Indonesia dapat melangkah mantap menuju cita-cita Indonesia Emas 2045.
Nawardi juga mengapresiasi Polri yang telah membangun 1.179 SPPG dan 18 gudang ketahanan pangan Polri. Dia berharap lembaga lain ikut jejak Polri menyukseskan program prioritas Presiden Prabowo.{*}
Baca juga: Renovasi Rumah Tak Layak Huni, Eri Cahyadi Utamakan Warga Miskin Desil 1-5!
| Baca berita MBG. Baca tulisan terukur Roy Hasibuan | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur