Surabaya Bersih Narkoba, Eri Cahyadi Diganjar Penghargaan BNN RI!
SURABAYA | Barometer Jatim – Komitmen Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi dalam mewujudkan Indonesia Bersih Narkoba (Bersinar) diganjar penghargaan dari Badan Narkotika Nasional (BNN) RI.
Penghargaan diserahkan Kepala BNN RI, Komjen Pol Suyudi Ario Seto dalam acara "Akselerasi Asta Cita ke-7: Pencegahan dan Pemberantasan Narkoba Menuju Jawa Timur Bersinar Sebagai Gerbang Baru Nusantara" di Balai Pemuda, Surabaya, Jumat (13/2/2026).
Baca juga: Eri Cahyadi Terbitkan SE, Simak! Ini Larangan di Surabaya selama Ramadan
Dalam kesempatan tersebut, Eri diwakili Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Surabaya, Tundjung Iswandaru untuk menerima penghargaan.
Selain Eri, Kelurahan Wonorejo, Kecamatan Rungkut juga meraih juara II Kelurahan Bersinar tingkat Jawa Timur. Prestasi ini menjadi bukti, bahwa sinergi antara pemerintah dan masyarakat di Surabaya berjalan efektif dalam memutus rantai peredaran narkoba.
P4GN Secara Masif
Suyudi menegaskan, Pemkot Surabaya sukses mengimplementasikan program Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) secara masif di wilayahnya.
“Hal ini terbukti karena penghargaan tidak diraih di tingkat kota saja, tetapi juga diraih oleh level akar rumput (kelurahan),” katanya, Rabu (18/2/2026).
Dia juga menekankan, akselerasi Asta Cita merupakan langkah krusial untuk menjaga ketahanan bangsa dari ancaman narkoba, terutama di Jawa Timur yang menjadi gerbang utama Nusantara.
“Sehingga peran Kota Surabaya sebagai ibu kota provinsi dibutuhkan untuk memperkuat langkah krusial tersebut,” tambahnya.
Sementara itu Tundjung menyampaikan, penghargaan ini merupakan hasil kerja keras seluruh elemen warga Surabaya.
Baca juga: Osowilangun Diterjang Banjir, Pemkot Surabaya Operasikan Rumah Pompa 24 Jam!
"Ini adalah motivasi bagi kami untuk terus memperkuat pengawasan dan edukasi di setiap sudut kota, hingga Surabaya benar-benar bersih dari penyalahgunaan narkotika," ujarnya.
Dia menjelaskan, keberhasilan ini didorong oleh pembentukan Tim Terpadu P4GN yang solid. Tim ini melibatkan lintas instansi, OPD terkait sesuai kewenangannya, serta organisasi masyarakat (Ormas) yang memiliki kepedulian tinggi pada aspek pencegahan dan rehabilitasi.
Adapun beberapa langkah strategis yang telah dilaksanakan Pemkot Surabaya di bawah koordinasi Bakesbangpol, yakni melakukan edukasi kepada masyarakat di berbagai lapisan secara berkala, bekerja sama dengan BNNK Surabaya dan Plato Foundation untuk menyusun buku saku P4GN sebagai panduan bagi remaja dan orang tua.
Selain itu, pihaknya rutin melakukan tes urine untuk memastikan lingkungan kerja dan pemukiman tetap steril.
“Kami membentuk SDN Wonokusumo 1/40 sebagai sekolah Panah Bersinar (Prestasi, Aman, Nyaman, Agamis, Humanis, dan Bersih dari Narkoba), ini adalah inovasi kami untuk mencegah sedini mungkin,” terangnya.
Baca juga: Balita 4 Tahun Jadi Korban Kekerasan, Pemkot Surabaya: Tak Ada Toleransi!
Tundjung menambahkan, upaya khusus juga dilakukan untuk pemulihan kawasan yang selama ini dianggap rawan, seperti di Jalan Kunti, Kelurahan Sidotopo.
"Kami terus melakukan pemulihan berkelanjutan di Jalan Kunti agar kawasan tersebut benar-benar bertransformasi menjadi lingkungan yang bersih dari narkoba. Ini adalah prioritas kami dalam peta jalan Surabaya Bersinar," ucapnya.
Selain Kelurahan Wonorejo, Tundjung memaparkan daftar Kelurahan Bersih Narkoba yang menjadi fokus penguatan sepanjang 2025 antara lain Putat Jaya, Banyu Urip, Gayungan, Menanggal, Dukuh Menanggal, Ketintang, Kebonsari, Pagesangan, Gunung Sari, Balongsari, dan Sidotopo.{*}
| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur