Dari Pengibar Bendera, Paskibraka Surabaya Jadi Duta Kampung Pancasila!

Reporter : -
Dari Pengibar Bendera, Paskibraka Surabaya Jadi Duta Kampung Pancasila!
MENTAL TERBANGUN: Wali Kota Eri Cahyadi bersama anggota Paskibraka Surabaya. | Foto: Pemkot Surabaya

SURABAYA | Barometerjatim.com – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menyiapkan ratusan anggota Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) dari sejumlah angkatan untuk menjadi Duta Kampung Pancasila pada 2027.

“Saya ingin Surabaya dipenuhi pemuda, Surabaya dijaga pemuda, dan Surabaya dipertahankan para pemuda,” katanya dalam Malam Apresiasi Paskibraka Surabaya 2026 di Balai Kota, Senin (17/8/2026).

Eri menandaskan, Paskibraka bukan sekadar pasukan yang bertugas mengibarkan bendera. Sebab, anggotanya telah ditempa dengan kedisiplinan, kepemimpinan, kekompakan, serta kemampuan untuk saling menghargai dan menguatkan.

Dia menjelaskan, sejak 2022 hingga 2026 terdapat sekitar lima angkatan Paskibraka Surabaya dengan jumlah anggota sekitar 100 orang setiap angkatan. 

Potensi tersebut, dinilai dapat menjadi kekuatan pemuda yang berperan aktif menjaga nilai-nilai Pancasila di lingkungan masyarakat.

“Ketika kalian kembali ke rumah masing-masing, semangat Paskibraka jangan pernah luntur. Jadilah pemuda yang berani menjadi pelopor untuk mempertahankan kemerdekaan, menjaga keamanan, kebersamaan, dan kekeluargaan di Surabaya,” ujarnya.

Menurut Eri, proses pendidikan selama sekitar dua pekan tidak hanya membentuk kemampuan fisik, tetapi juga mental para anggota. Mereka dilatih untuk memahami karakter satu sama lain, saling mengingatkan ketika ada kesalahan, serta saling menguatkan ketika menghadapi kesulitan.

“Yang paling penting bukan hanya fisiknya, tetapi mental. Bagaimana kalian saling menghargai, memahami karakter satu sama lain, saling mengingatkan ketika ada kesalahan, dan saling menguatkan ketika ada yang terjatuh,” tuturnya.

Jiwa Kepemimpinan

Eri berharap nilai-nilai tersebut menjadi bekal bagi para Paskibraka untuk tumbuh sebagai pemimpin di masa depan. Menurutnya, pengalaman menjadi Paskibraka merupakan langkah awal untuk membentuk generasi muda yang memiliki mental kuat dan jiwa kepemimpinan.

“Pemimpin itu bukan orang yang merasa paling hebat atau paling baik. Pemimpin adalah orang yang mampu membangun tim yang kuat dan besar,” tegasnya.

Sementara itu perwakilan anggota putri Paskibraka Surabaya 2026, Adeline Jessica Wijaya menyampaikan terima kasih kepada Pemkot Surabaya, para pelatih dari Garnisun, Bakesbangpol, serta DPPI (Duta Pancasila Paskibraka Indonesia) yang telah mendampingi mereka selama proses pendidikan dan pelatihan.

“Kami sangat senang dapat menjadi bagian dari proses ini. Kami meminta doa dan restu agar Paskibraka Surabaya 2026 dapat terus berkembang dan memberikan dampak positif bagi Surabaya dan Indonesia,” ucapnya.{*}

| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.