Eri Cahyadi Perkuat Kampung Pancasila, ASN Jadi Pendamping di Setiap RW!

Reporter : Andriansyah  |   Jumat, 17 Apr 2026 00:51 WIB
KAMPUNG PANCASILA: Wali Kota Eri Cahyadi saat launching Kampung Pancasila. | Foto: Barometerjatim.com/HPS

SURABAYA | Barometerjatim.com – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi memperkuat implementasi program Kampung Pancasila dengan menempatkan Aparatur Sipil Negara (ASN) sebagai pendamping di setiap Rukun Warga (RW). 

"Alhamdulillah nanti setiap RW itu ada pendamping dari ASN. Ada yang dua orang sampai tiga orang, tergantung jumlah penduduknya," ujarnya usai launching Kampung Pancasila 2026 di RW 2 Krembangan Bhakti, Kelurahan Kemayoran, Kecamatan Krembangan, Kamis (16/4/2026). 

Baca juga: Hemat BBM, Seluruh Kendaraan Operasional Pemkot Surabaya Beralih ke Listrik!

Dia menjelaskan, pengampu di setiap Kampung Pancasila tersebut berasal dari kepala dinas, camat, hingga kepala bidang. Dengan skema tersebut, berbagai persoalan di tingkat RW diharapkan dapat diselesaikan secara langsung dan cepat.

"Di situ nanti setiap RW ada pengampunya. Pengampunya itu kepala dinas, camat, atau kepala bidang," katanya.

Menurutnya, Kampung Pancasila dirancang agar seluruh permasalahan masyarakat, mulai dari fasilitas umum (fasum) hingga kondisi sosial ekonomi warga, dapat ditangani di tingkat RW. Termasuk persoalan ketidaksesuaian data kesejahteraan warga, baik yang belum terdata maupun yang sebenarnya sudah mampu.

"Karena di Kampung Pancasila itu ada, satu terkait (bidang) lingkungan, dua terkait ekonomi, ketiga terkait kemasyarakatan, dan keempat terkait sosial budaya," jelasnya.

Eri menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam membangun Surabaya. Dia ingin menunjukkan, Surabaya dapat berkembang melalui kekuatan warganya sendiri. 

"Maka ini semua harus berjalan. Karena saya ingin menunjukkan bahwa Surabaya itu dibangun oleh warganya dengan kekuatan, kakinya sendiri," tegasnya.

Baca juga: PT Unicomindo Tagih Ganti Rugi Rp 104 M, Pemkot Surabaya: Kita Bayar, Tapi..

Eri juga menyinggung nilai gotong-royong lintas agama sebagai fondasi kesejahteraan. Menurutnya, masyarakat yang memiliki kelebihan perlu memahami kewajibannya untuk membantu sesama di lingkungannya. 

"Bahwa negeri itu akan makmur, ada puncaknya ketika semua orang yang memiliki kelebihan itu tahu kewajibannya," katanya.

Dia mencontohkan kontribusi sosial seperti zakat maupun persepuluhan dapat dihimpun di tingkat RW untuk mendukung warga kurang mampu serta menggerakkan perekonomian lokal.

"Misalnya (Islam) mengeluarkan zakat, Kristen persepuluhan, dikumpulkan di RW itu, tidak keluar dari kampungnya untuk membangun, membantu orang yang tidak mampu atau menggerakkan ekonomi di sana," tuturnya.

Baca juga: Kalah Gugatan Pemkot Surabaya Belum Bayar Rp 104 M, Ini Kata Eri Cahyadi!

Selain itu, Eri menekankan pentingnya keterlibatan pemuda dalam menyukseskan Kampung Pancasila. Karenanya, Pemkot Surabaya membuka ruang bagi organisasi kepemudaan untuk turut berkontribusi dalam pemberdayaan masyarakat.{*}

| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer