Surabaya Siap Gelar Porprov Jatim 2027, Eri Cahyadi: Saya Tak Ingin Ada Tawuran!
SURABAYA | Barometerjatim.com – Pemkot Surabaya bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Surabaya, terus mematangkan kesiapan atlet hingga venue menyambut Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2027 yang akan digelar di Kota Pahlawan.
Eri Cahyadi menegaskan dalam penyelenggaraan Porprov 2027 pihaknya mengedepankan kolaborasi lintas sektor, khususnya dalam penyediaan fasilitas pertandingan dan layanan kesehatan bagai para atlet. Termasuk menggandeng sejumlah perguruan tinggi seperti Universitas Negeri Surabaya (Unesa), Universitas Ciputra, dan Universitas Hang Tuah (UHT).
Baca juga: 30 Tahun Otoda, Pemkot Surabaya Perkuat Efisiensi Anggaran dan Inovasi Digital
"Kami meminta seluruh ketua Cabor (Cabang Olahraga) untuk meninjau langsung venue di lapangan. Apa kekurangannya untuk segera diperbaiki,” kata Eri dalam acara silaturahmi bersama seluruh Cabor di Graha Sawunggaling Balai Kota Surabaya, Selasa (28/4/2026).
“Kami butuh masukan untuk kesempurnaan, karena target kita adalah 250 medali emas, jadi persiapan harus matang dari sekarang," tandasnya.
Selain infrastruktur, Eri menekankan pentingnya manajemen alur penonton dan keamanan untuk menghindari insiden keributan yang kerap mewarnai ajang olahraga.
“Saya tidak ingin ada tawuran. Porprov adalah tentang sportivitas. Senior harus memberikan contoh bagi yang muda. Kita ingin menunjukkan bahwa Surabaya adalah contoh pelaksanaan Porprov yang tertib dan sportif," ucapnya.
Gandeng BPJS dan RS
Menyadari risiko cedera dalam olahraga, Pemkot Surabaya bersama KONI juga telah menjalin kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan dan sejumlah rumah sakit, seperti RS Ubaya dan RS Al-Irsyad. Kerja sama ini dilakukan, untuk memastikan atlet mendapatkan penanganan medis di IGD khusus tanpa harus memusingkan kendala biaya.
Baca juga: Pemkot Surabaya Ajak Kurangi Pembalut Sekali Pakai, Butuh 500 Tahun untuk Terurai!
“Jadi kalau dalam pertandingan nanti ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi, bisa langsung tertangani rumah sakit dan tidak perlu memikirkan biaya dari mana. Kami akan jalin kerja sama ini, supaya cepat mendapatkan pertolongan,” paparnya.
Sementara itu Ketua KONI Surabaya, Arderio Hukom menyatakan saat ini pihaknya tengah fokus pada program Pusat Latihan Khusus (Puslatsus) perdana yang diikuti 499 atlet dan 129 pelatih dari 36 Cabor. Program ini berbasis sport science hasil kerja sama dengan Unesa untuk memastikan fisik atlet berada pada level maksimal.
Dia juga menandaskan, hasil pembinaan atlet dari Piala Wali Kota sesuai dengan harapan, baik dari segi usia maupun jumlah.
“Hasil dari Piala Wali Kota kemarin sudah sesuai ekspektasi, baik secara jumlah maupun usia atlet berprestasi. Semua dimonitor ketat oleh Bidang Pembinaan Prestasi (Binpres) dan Bapel KONI," ujarnya.
Baca juga: Sambut HJKS ke-733, Festival Rujak Uleg dan Surabaya Vaganza Tembus KEN 2026!
Arderio berharap koordinasi intensif antara Pemkot Surabaya dan KONI dalam mempersiapkan Porprov 2027 dapat mewujudkan target 250 medali emas bagi Kota Pahlawan.
“Kami berharap dengan persiapan matang yang dilakukan dapat meraih target yang tetapkan. Terlebih untuk Cabor unggulan seperti akuatik, judo, dan golf,” ujarnya.{*}
| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur