Gus Luqman Tremas Masuk Bursa Ketum PBNU, Gus Hans: Sosok Bersih dari Konflik!
SURABAYA | Barometerjatim.com – Jelang Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU), 1-5 Agustus 2026, bursa kandidat Ketua Umum PBNU kian menghangat. Terbaru muncul nama Ketua Umum Gerakan Nasional (Gernas) Ayo Mondok yang juga Pengasuh Pondok Pesantren (Ponpes) Tremas Pacitan, KH Luqman Harist Dimyathi alias Gus Luqman.
Mereaksi munculnya nama Gus Luqman dalam bursa Ketum PBNU, Sekjen Gernas Ayo Mondok, KH Zahrul Azhar As’ad alias Gus Hans menegaskan organisasinya tidak ingin memperkeruh suasana dan tidak ingin pula menjadi bagian dari kompetisi ini.
Baca juga: Muktamar ke-35 NU, Ponpes Amanatul Ummah Siap Lahir Batin Jadi Tuan Rumah!
“Tapi secara pribadi jika memang Gus Luqman dianggap sosok yang mewakili pesantren, saya juga tidak melihat terlibat di dalam permasalahan (konflik) yang sedang melanda di PBNU saat ini, ya kita sangat support. Secara pribadi insyaallah kita dukung,” ujarnya, Sabtu (23/5/2026).
Akankah munculnya Gus Luqman akan dibicarakan di tingkat organisasi? “Belum sampai ke sana. Jadi jika nanti kita diskusi di internal organisasi ya lebih pada kriteria yang kira-kira harus berpihak pada pesantren, tidak pada orang per orang,” ujarnya.
Namun Gus Hans menandaskan, Gernas Ayo Mondok tidak punya kuasa untuk melarang pengurusnya memberikan dukungan pada siapa pun dalam pemilihan Ketum PBNU, karena pengurusnya juga para tokoh NU.
“Di situ ada Gus Maksum, Gus Gudfan Bendahara PBNU, ada Mbak Alissa, dan sebagainya yang kita berikan keleluasaan dari perspektif masing-masing. Tapi secara organisasi Gernas Ayo Mondok tidak mendukung sosok, lebih pada batasan kriteria,” jelasnya.
Baca juga: VIDEO: Muktamar NU, Momen 'Bersih-bersih' Pengurus PBNU yang Terlibat Konflik!
Apakah Gus Luqman masuk kriteria Gernas Ayo Mondok? “Menurut pribadi saya bisa masuk,” ucap kiai muda Pengasuh Ponpes Queen Al Azhar Darul Ulum Jombang tersebut.
Sebelumnya, dorongan dari kalangan pesantren agar Gus Luqman maju sebagai calon Ketum PBNU juga terlontar salah satunya lewat pertemuan komunitas Asparagus (Aspirasi Para Gus) se-Jatim dalam acara buka puasa bersama di Pondok Tinggi (Ponti) Darul Ulum Jombang, 14 Maret 2026.
“Beliau sangat pantas untuk memimpin PBNU, mengingat kiprah dan pengaruhnya di kalangan pesantren,” kata KH Zahrul Jihad alias Gus Heri, tuan rumah kegiatan.
Di kalangan NU, Gus Luqman dikenal sebagai da’i dan ulama yang memiliki gaya retorika berapi-api dan mudah diterima berbagai kalangan. Dia kerap berpesan, agar santri menjadi teladan yang baik dan penjaga moral di tengah masyarakat.
Baca juga: Gus Hans: Muktamar Jangan Calonkan Rais Aam-Ketum PBNU yang Terlibat Konflik!
Selama ini, Gus Luqman juga menjadi salah satu tokoh yang sangat vokal menyuarakan bahwa kitab kuning adalah khazanah keilmuan Islam yang tetap relevan sepanjang zaman.{*}
| Baca berita Muktamar NU. Baca tulisan terukur Roy Hasibuan | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur