Surabaya Tergenang, DSDABM: Pompa Tak Bekerja Maksimal akibat Pasang Air Laut!

Reporter : Andriansyah  |   Senin, 22 Jun 2026 18:38 WIB
TERGENANG: Kondisi di Jalan Bratang Binangun pukul 08.00 WIB akibat hujan deras. | Foto: Barometerjatim.com/HPS

SURABAYA | Barometerjatim.com – Sejumlah wilayah di Kota Surabaya mengalami genangan akibat hujan deras yang mengguyur sejak sejak subuh, Senin (22/6/2026). Namun hingga pukul 09.00 WIB, beberapa titik genangan telah surut.

Kepala Bidang Drainase Dinas Sumber Daya Air dan Bina Marga (DSDABM) Surabaya, Adi Gunita mengatakan proses surutnya genangan berlangsung bertahap karena dipengaruhi pasang air laut.

Baca juga: Surabaya Fashion Festival, Jalan Tunjungan Disulap Jadi Catwalk Raksasa!

"Beberapa titik seperti di Tanjungsari, Tambak Mayor, memang pelan surutnya, karena memang arahnya ke Kali Greges. Kali Greges (elevasi) lagi naik, pengaruh dari pasang air laut," terangnya, Senin (22/6/2026).

Menurut Adi, pasang air laut yang terjadi sejak dini hari, menjadi salah satu faktor utama yang menghambat pembuangan air dari sistem drainase kota. Kondisi tersebut membuat kinerja rumah pompa belum dapat bekerja secara maksimal.

"Jadi kita optimalkan (rumah pompa), kalau memang (air laut) sudah surut, otomatis nanti kinerja pompanya kita optimalkan kembali," ujarnya.

Fenomena Backwater

Adi menjelaskan, kondisi pasang air laut diperkirakan masih berlangsung hingga setelah waktu dzuhur dan menjelang sore hari. Karena itu, seluruh rumah pompa tetap dioperasikan meski efektivitasnya terbatas akibat fenomena backwater atau aliran balik. 

"Tetap jalan, cuma kan posisinya kalau kita pompa otomatis kan backwater kembali ya," imbuhnya.

PENYEDOT AIR: DSDABM bersama DPKP kerahkan armada penyedot air ke lokasi terdampak. | Foto: Barometerjatim.com/HPS

Selain mengoptimalkan rumah pompa, Adi menyatakan petugas DSDABM juga melakukan pengecekan saluran drainase untuk memastikan tidak ada penyumbatan yang dapat memperlambat aliran air.

"Seperti tadi kondisi-kondisi saluran, barangkali ada penyumbatan, terus ini juga kan kondisinya juga sudah mulai kerja juga proyek-proyek, takutnya ada penyumbatan," ujarnya.

Baca juga: RC Adventure Offroad Piala Wali Kota Surabaya, Sedot Ratusan Peserta!

Adi menambahkan, genangan yang terjadi kali ini tidak hanya dipengaruhi pasang air laut, tetapi juga hujan berintensitas tinggi yang turun di tengah periode musim kemarau.

"Biasanya kalau sudah masuk di Juni-Juli, sudah mau masuk di musim kemarau. Tapi ini memang terjadi anomali cuaca, kami pun tidak bisa menyalahkan masalah cuaca juga," tuturnya.

Perlahan Mulai Surut

Berdasarkan hasil pemantauan DSDABM hingga pukul 09.00 WIB, sejumlah kawasan mulai menunjukkan penurunan genangan, di antaranya Jalan Imam Bonjol, Jalan Kartini, hingga kawasan Ngagel. 

"Jadi daerah seputaran Imam Bonjol, Jalan Kartini ini juga mulai surut. Daerah Ngagel juga memang ada (genangan), tapi relatif ada penurunan juga," ungkap Adi.

Baca juga: DLH Surabaya Pastikan Tak Ada Pengadaan Mesin RDF: Kami Masih Evaluasi!

Selain itu, elevasi muka air di kawasan Greges dan Petekan yang sebelumnya mendekati 200 sentimeter juga mulai mengalami penurunan jadi 180 sampai 170.

Untuk mempercepat penanganan di lapangan, DSDABM bersama Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya mengerahkan armada penyedot air ke sejumlah lokasi terdampak.

Beberapa wilayah yang menjadi fokus penanganan antara lain Tanjungsari, Tambak Mayor, Kyai Tambak Deres, Ngagel, dan Bratang.{*}

| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer