Peringati Harganas, PKS Soroti Angka Perceraian di Jatim Masih Tinggi!

Reporter : Roy Hasibuan  |   Senin, 06 Jul 2026 18:03 WIB
SOROTI PERCERAIAN: Bagus Prasetia Lelana, angka perceraian menjadi alarm penting bagi semua pihak. | Foto: PKS Jatim

SURABAYA | Barometerjatim.com – Peringati Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026, Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) DPW PKS Jatim menggelar pelatihan bagi ratusan konsultan keluarga dari seluruh kabupaten/kota se-Jatim.

Ketua Bipeka DPW PKS Jatim, Nurul Arbaati menuturkan, kegiatan yang berlangsung secara hybrid, Minggu (5/7/2026), menjadi bagian dari ikhtiar memperkuat ketahanan keluarga sebagai fondasi pembangunan bangsa.

Baca juga: Khofifah Ajukan Suntikan Modal Jamkrida Rp 300 M, DPRD Jatim Hanya Setujui Rp 100 M!

“Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian PKS terhadap semakin besarnya tantangan yang dihadapi keluarga Indonesia,” katanya.

Menurutnya, keluarga kuat akan melahirkan masyarakat yang kuat pula, sehingga upaya memperkuat ketahanan keluarga harus dilakukan secara sistematis, mulai dari edukasi, pendampingan, hingga pemberdayaan ekonomi.

Selain Diklat Konsultan Keluarga, PKS Jatim juga meluncurkan Sekolah Keluarga Indonesia (SKI), Pos Pemberdayaan Ekonomi Keluarga (PPEK), serta Halo Rumah Keluarga Indonesia (Halo RKI), layanan call center konsultasi keluarga yang diharapkan mampu menjadi ruang pendampingan bagi masyarakat.

Pelatihan menghadirkan Muhammad Iqbal, psikolog sekaligus Ketua Bidang Pelatihan dan Pengembangan Kepemimpinan Partai DPP PKS, serta Iis Istiqomah, Sekretaris Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPP PKS.

Bangun Gerakan Sosial

Ketua DPW PKS Jatim, Bagus Prasetia Lelana menambahkan rangkaian kegiatan Harganas bukan sekadar menjalankan program organisasi, melainkan membangun sebuah gerakan sosial untuk memperkuat keluarga Indonesia.

"Hari ini kita bukan hanya me-launching sebuah program, tetapi sedang meluncurkan sebuah gerakan membangun peradaban melalui keluarga,” kata Bagus.

“Karena keluarga adalah sekolah pertama kehidupan. Di sanalah karakter dibentuk, akhlak ditanamkan, dan masa depan bangsa dipersiapkan," sambungnya.

Baca juga: Dunia Kerja Berubah, Kadisnakertrans Jatim: Tak Bisa Hanya Andalkan Ijazah!

Bagus menyebut, keluarga merupakan investasi paling strategis bagi masa depan Indonesia. Sebab, keluarga menjadi tempat pertama lahirnya karakter, akhlak, dan kepemimpinan generasi penerus bangsa.

Namun di sisi lain, tantangan yang dihadapi keluarga semakin kompleks. Perubahan gaya hidup, derasnya arus media digital, tekanan ekonomi, hingga menurunnya kualitas komunikasi dalam rumah tangga menjadi persoalan yang harus dijawab bersama.

Bagus juga mengungkapkan, tingginya angka perceraian menjadi alarm penting bagi semua pihak untuk semakin serius memperkuat ketahanan keluarga.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), Jatim masih menjadi salah satu provinsi dengan angka perceraian tertinggi di Indonesia dengan lebih dari 93 ribu perkara perceraian sepanjang 2025.

"Data ini menjadi pengingat bahwa keluarga membutuhkan pendampingan yang nyata. Kita tidak boleh hanya datang ketika masalah sudah terjadi, tetapi harus hadir sejak awal melalui edukasi, konsultasi, dan pemberdayaan keluarga," ujarnya.

Baca juga: Tekan Pengangguran di Jatim, Disnakertrans Gelar Career Day Buka 680 Loker!

Karena itu, menurut Bagus, kehadiran konsultan keluarga di seluruh daerah menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem keluarga yang sehat dan tangguh.

Bagus menegaskan, PKS ingin memastikan kehadirannya dirasakan masyarakat bukan hanya pada momentum politik, melainkan dalam kehidupan sehari-hari.

"Kita ingin PKS hadir bukan hanya menjelang Pemilu, tetapi hadir setiap saat ketika masyarakat membutuhkan. Hadir dalam keluarga, hadir dalam pemberdayaan ekonomi, dan hadir memberikan solusi atas persoalan masyarakat," katanya.{*}

| Baca berita Hari Keluarga. Baca tulisan terukur Roy Hasibuan | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer