Air Hilang PDAM Sidoarjo Capai 40%, Dewas Tuntut Direksi Baru Miliki Inovasi!

Reporter : Syaikhul Hadi  |   Selasa, 07 Jul 2026 01:02 WIB
MILIKI INOVASI: Hery Suhartono dan Siti Mussarofah, direksi PDAM Sidoarjo harus miliki inovasi. | Foto: Barometerjatim.com/HADI

SIDOARJO | Barometerjatim.com – Dewan Pengawas Perumda Delta Tirta Sidoarjo, Siti Mussarofah menyoroti tingkat kehilangan air atau Non Revenue Water (NRW) masih di kisaran 40 persen. Jumlah tersebut jauh di atas target nasional 25-29 persen.

Menurut perempuan yang akrab disapa Ovi itu, tingkat kehilangan air di PDAM Sidoarjo  merupakan satu dari sekian problem yang menjadi PR jajaran direksi baru.

Baca juga: VIDEO: Legislator Muda Ini Garang Kuliti Kinerja Bupati Sidoarjo!

Berdasarkan evaluasinya, tingginya tingkat kehilangan air bukan semata disebabkan kebocoran pipa tua. Melainkan juga adanya sambungan ilegal, kerusakan jaringan akibat pekerjaan utilitas lain, hingga minimnya koordinasi antarinstansi saat proyek infrastruktur berlangsung.

"Yang paling berat memang menurunkan tingkat kehilangan air. Itu bukan hanya terjadi di Sidoarjo, hampir semua PDAM menghadapi persoalan yang sama. Tetapi direksi baru harus memiliki inovasi agar angka itu bisa terus ditekan," tegasnya.

Terkait jaringan perpipaan di Sidoarjo, Ovi mengungkapkan sebagian memang telah berusia puluhan tahun sehingga rawan mengalami kebocoran. 

AIR HILANG: PDAM Sidoarjo, dihantui tingkat kehilangan air yang mencapai 40 persen. | Foto: PDAM Sidoarjo

Selain itu, pekerjaan utilitas seperti pemasangan jaringan gas, kabel listrik maupun proyek jalan juga kerap memicu kerusakan pipa apabila koordinasi antarinstansi tidak berjalan baik.

Mengurangi tingkat kehilangan air, PDAM sebenarnya telah menerapkan berbagai langkah. Seperti penggunaan sistem Supervisory Control and Data Acquisition (SCADA) untuk memantau jaringan distribusi secara digital, serta membentuk Tim Kelelawar yakni petugas yang melakukan patroli malam guna mendeteksi titik-titik kebocoran. 

Namun, Dewas menilai upaya tersebut masih perlu diperkuat dengan inovasi baru dari direksi yang akan datang.

Baca juga: Ngegas! Fraksi Demokrat-Nasdem Lempar 9 Kritik Menohok ke Pemkab Sidoarjo

"Program yang baik harus diteruskan, tetapi direksi baru juga harus menghadirkan inovasi. Jangan hanya mempertahankan sistem lama kalau masih bisa dibuat lebih efektif," tegasnya.

Keluhan Pelanggan

Selain problem kehilangan air, Anggota Dewas lainnya, Hery Suhartono menyoroti keluhan pelanggan yang masih didominasi persoalan kebocoran pipa dan tekanan air yang belum stabil di sejumlah wilayah. 

Menurutnya, pola distribusi air harus disesuaikan dengan kondisi konsumsi masyarakat agar tidak memicu kebocoran akibat tekanan berlebih.

Baca juga: SiLPA Sidoarjo Tembus Rp 680 M, Fraksi Demokrat-Nasdem Lempar Kritik Tajam!

Hery mencontohkan, saat musim libur panjang banyak kawasan perumahan kosong karena ditinggal pemiliknya. Jika tekanan air tidak disesuaikan, kebocoran bisa berlangsung berhari-hari tanpa diketahui.

"Kadang tiga hari bocor baru ketahuan karena warga sedang pergi semua. Itu merugikan perusahaan. Karena itu pengaturan tekanan air harus benar-benar diperhatikan," katanya.{*}

| Baca berita PDAM Sidoarjo. Baca tulisan terukur Syaikhul Hadi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer