Tak Tahan Polusi Debu, Warga di Tuban Tutup Akses Tambang Pabrik Semen!

Reporter : Hamim Anwar  |   Senin, 27 Jul 2026 21:26 WIB
BLOKADE: Diteror polusi debu, Warga nekat blokade akses tambang milik PT Semen Indonesia Group. | Foto: Hamin Anwar

TUBAN | Barometerjatim.com – Tak tahan lagi dengan suara bising kendaraan tambang dan polusi debu, ratusan warga Desa Karanglo, Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban, turun jalan memblokade akses tambang PT Semen Indonesia Group (SIG).

Terlebih polusi debu yang mengganggu warga terus meningkat melebihi ambang batas kewajaran, seiring dengan kondisi angin kencang yang terjadi di musim kemarau saat ini.

Baca juga: Warga Tuban Antusias Nobar Film Pesta Babi, Miris Lihat Hutan Papua Dihabisi!

"Turun jalan itu spontan, karena warga sudah capek dan kesal dengan kondisi debu dari aktivitas tambang pabrik semen ini," kata Sugeng, salah seorang warga, Sabtu (25/7/2026).

Menurutnya, warga sudah lama mengeluhkan polusi debu yang ditimbulkan dari aktivitas tambang pabrik semen. Keluhan juga sudah pernah disampaikan ke pihak perusahaan, namun sudah hampir setahun tidak ada tindak lanjut.

“Puncaknya kemarin malam (Jumat-24/7/2026) itu, warga sudah kesal dan resah lantaran tidak kuat menahan polusi debu yang sudah melebihi batas kewajaran dan mengganggu aktivitas warga,” katanya.

"Kalau di rumah pakai masker itu kan kurang nyaman. Kita juga capek kalau seharian bersih-bersih rumah terus, gak bisa ngerjakan yang lain," timpal Siti, warga lainnya.

Emak-emak Turun

Aksi digelar sekitar pukul 17.00 WIB. Tak hanya warga laki-laki, emak-emak juga ikut turun ke jalan memblokade akses tambang, serta menghentikan aktivitas kendaraan maupun alat berat yang beroperasi.

Sekitar pukul 21.30 WIB, warga akhirnya kembali ke rumah masing-masing, setelah pihak perusahaan berjanji akan berdialog dengan warga esok harinya.

Baca juga: Di Depan Kader PAN, Zulhas Klaim Prabowo Ambil Balik 6 Juta Ha Tanah untuk Rakyat!

Berdasarkan keterangan dari perwakilan perusahaan yang menemui warga, kondisi tersebut terjadi karena alat pompa air untuk penyiraman debu dan limbah tambang mengalami kerusakan.

Akibatnya, penyebaran polusi debu yang ditimbulkan dari aktivitas tambang bahan baku semen meningkat melebihi batas kewajaran.

"Pompa air untuk menyiram debu rusak dan pihak perusahaan berjanji akan memperbaiki," ujarnya.

Sementara itu Kapolsek Kerek, Iptu Kastur menuturkan warga yang melakukan aksi itu memang lokasi pemukimannya berada di dekat area tambang bahan baku semen milik PT SIG.

Menurutnya, kondisi polusi debu beberapa bulan terakhir ini memang lebih banyak dan tidak seperti biasa penyebarannya di wilayah sekitar ring 1. 

Baca juga: Polusi Udara Makin Parah, Warga Tuban Tolak Perpanjangan SHGB Pelabuhan SIG

"Untuk polusi debu sekarang ini kondisi kantor Polsek sama, terdampak juga," ujarnya.

Sedangkan pihak perwakilan perusahaan usai menemui warga, belum mau memberikan keterangan terkait aksi tersebut.{*}

| Baca berita Tuban. Baca tulisan terukur Hamim Anwar | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer