Eri Cahyadi Lecut Direksi Baru PDAM Surya Sembada, Target Air Bersih Mengalir 24 Jam!
SURABAYA | Barometerjatim.com – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menargetkan layanan air bersih dapat segera dinikmati seluruh warga di setiap wilayah Kota Pahlawan dan mengalir 24 jam.
Hal itu disampaikan saat menyerahkan Surat Keputusan (SK) Direksi Perumda Air Minum (PDAM) Surya Sembada masa jabatan 2026-2029 di Ruang Kerja Wali Kota, Balai Kota Surabaya, Rabu (5/8/2026) petang.
Baca juga: Harta Tias Alvin Dirut Baru PDAM Surabaya, Jauh Lebih Tajir dari Eri Cahyadi!
Tiga nama yang ditetapkan sebagai direksi baru yakni Tias Alvin Papatria sebagai Direktur Utama, Sayid Mochamad Iqbal sebagai Direktur Pelayanan, dan Bagus Andi Puspito sebagai Direktur Operasi.
Mewujudkan hal tersebut, Eri meminta jajaran direksi PDAM Surya Sembada yang baru untuk menggandeng investor dalam mempercepat pembangunan jaringan distribusi air tanpa membebani keuangan perusahaan.
Selain itu, pengelolaan keuangan tidak semata-mata berorientasi pada keuntungan. Menurut Eri, kemampuan finansial harus memberikan manfaat langsung bagi masyarakat kurang mampu.
"Uang PDAM juga harus ada yang bisa diputar untuk orang miskin. Yang kedua, njenengan (anda) harus bisa bagaimana dengan pihak ketiga (investor) kalau bisa menggerakkan, tapi tidak banyak mengeluarkan uang,” ujar Eri.
“Uang kita bisa buat orang miskin, tapi kita juga bisa membayar dalam jangka waktu beberapa tahun begitu," sambungnya.
Susah Tanpa Investor
Eri menilai, percepatan pemerataan layanan air bersih tidak mungkin dilakukan hanya dengan mengandalkan kemampuan investasi internal perusahaan. Karena itu, keterlibatan investor dinilai menjadi solusi untuk mempercepat pembangunan jaringan perpipaan.
"Makanya kalau ingin wilayah Surabaya keluar air semua, ketika sampeyan (anda) tidak bekerja sama dengan pihak ketiga, maka itu enggak mungkin. Kalau hanya bikin proyek sendiri (tanpa investor) di wilayah (Surabaya) utara enggak keluar-keluar airnya," tegasnya.
Eri menegaskan, skema kerja sama dengan investor memungkinkan pembangunan infrastruktur dilakukan lebih dahulu. Setelah layanan berjalan, perusahaan dapat melakukan pembayaran secara bertahap.
"Tapi kalau melibatkan pihak ketiga, ada investor yang masuk, setelah itu air jalan, baru kita cicil, itu bagus," ujarnya.
Baca juga: PDAM Surya Sembada Punya 3 Direksi Baru, Pemkot Surabaya Tuntut Hadirkan Inovasi!
Meski membuka peluang investasi, Eri mengingatkan agar direksi tidak hanya berorientasi pada besaran dividen. Menurutnya, seluruh perhitungan keuangan harus mempertimbangkan kemampuan perusahaan dalam membayar investasi sekaligus menjaga kualitas pelayanan kepada masyarakat.
"Terkait dengan investor jangan pernah berhitung dengan dividen. Jadi dividennya lihat, apakah kita itu bisa dengan segitu atau dividennya itu kebanyakan untuk membayar cicilan. Jadi ayo dihitung, jangan keluar kantong kanan, keluar kantong kiri," pesannya.
Jangan Tunggu Malam
Selain mendorong percepatan pembangunan jaringan, Eri menargetkan masyarakat dapat menikmati layanan air bersih sepanjang hari tanpa harus menunggu malam.
"Keluar air yang bisa dirasakan dan air itu bisa keluar tidak menunggu waktu malam," kata wali kota yang akrab disapa Cak Eri itu.
Karena itu, direksi baru harus responsif terhadap setiap keluhan pelanggan dengan turun langsung ke lapangan untuk mencari solusi.
Baca juga: Eri Cahyadi Hadiri MPLS Sekolah Rakyat: Jangan Sia-siakan yang Dibangun Presiden!
"Kalau ada keluhan masyarakat langsung datang turun. Saya paling enggak suka orang yang hanya di belakang meja, duduk di atas kursi. Jadi ketika ada permasalahan, cepat mengambil sebuah kebijakan di lapangan, carikan solusinya biar selesai," katanya.
Eri berharap jajaran direksi baru mampu mempercepat penyelesaian persoalan distribusi air bersih. Utamanya, di kawasan permukiman yang hingga kini masih mengalami kesulitan mendapatkan pasokan air.
"Semoga dengan bergabungnya njenengan (direksi baru), dengan terisinya direktur ini, maka masalah perairan yang ada di sini bisa cepat terselesaikan. Terus masalah di kampung-kampung yang sulit keluar air itu juga terselesaikan," ujarnya.{*}
| Baca berita PDAM Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur