Lomba Kampung Pancasila, 1.360 RW di Surabaya Siap Suguhkan Wilayah Terbaik!

Reporter : -
Lomba Kampung Pancasila, 1.360 RW di Surabaya Siap Suguhkan Wilayah Terbaik!
TECHNICAL MEETING: TM Lomba Kampung Pancasila, 1.360 RW siap suguhkan wilayah terbaik. | Foto: Pemkot Surabaya

SURABAYA | Barometerjatim.com – 1.360 Rukun Warga (RW) siap menyuguhkan wilayah terbaik dalam Lomba Kampung Pancasila. Mereka juga telah mengikuti technical meeting (TM) sekaligus sosialisasi lomba yang digelar secara bertahap di Graha Sawunggaling, Gedung Pemkot Surabaya, 12-13 September 2026.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menegaskan semangat utama Kampung Pancasila bukan sekadar memenangkan perlombaan. Lebih dari itu, program tersebut diharapkan mampu membangun kebiasaan positif dan memperkuat gotong royong warga.

"Maka kita tidak boleh membuang sampah sembarangan, kita harus bisa memilah sampah. Yang kedua, kalau terkait dengan ekonomi, bagaimana rasa gotong royong dan saling tolong-menolong itu muncul di hati warga Surabaya," katanya, Selasa (15/9/2026).

Dia mencontohkan, warga yang memiliki kelebihan dapat membantu warga lain yang mengalami kekurangan di lingkungan kampungnya. Semangat kepedulian tersebut juga diharapkan tumbuh dalam kehidupan sosial dan budaya masyarakat.

Eri berharap pelaksanaan Lomba Kampung Pancasila menghasilkan perubahan nyata di setiap wilayah. Kampung yang aman, lingkungan yang ramah terhadap anak dan perempuan, serta masyarakat yang semakin sejahtera menjadi tujuan yang ingin diwujudkan.

"Saya berharap output dan outcome dari Lomba Kampung Pancasila ini adalah perubahan kampung yang aman, kampung yang tidak ada pencurian motor, kampung yang bisa ramah anak dan perempuan, kampung yang sejahtera," harapnya.

Basis Empat Pilar

Sementara itu Ketua Satuan Tugas (Satgas) Kampung Pancasila tingkat kota sekaligus Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Irvan Widyanto mengatakan lomba dirancang untuk mendorong perubahan positif di tingkat kampung melalui empat pilar utama.

"Basis penilaiannya pada empat pilar. Terkait dengan pilar lingkungan, pilar kemasyarakatan, pilar ekonomi, dan pilar sosial budaya," katanya.

Irvan menjelaskan, Lomba Kampung Pancasila berlangsung mulai September hingga Desember 2026. Tahapan lomba meliputi launching, pendaftaran secara online, seleksi administrasi, hingga verifikasi lapangan. 

Seleksi administrasi salah satunya akan mengacu pada data dalam aplikasi Sayang Warga. Para ketua RT dan ketua RW selama ini melakukan self assessment setiap bulan melalui aplikasi tersebut.

Hasil self assessment tersebut nantinya menghasilkan scoring yang menjadi salah satu dasar penilaian. Penilaian kemudian dilakukan melalui aplikasi sebelum dilanjutkan dengan verifikasi lapangan. 

"Verifikasi lapangan ini langsung dilakukan oleh tim juri dari perangkat daerah (PD) pemerintah kota, akademisi, media, dan praktisi," tuturnya.

Dari total 1.360 RW yang mengikuti tahapan awal, kompetisi akan disaring menjadi 500 RW terbaik melalui proses verifikasi lapangan. Selanjutnya, 500 RW tersebut kembali diverifikasi untuk menentukan 200 RW terbaik. 

"Setelah terverifikasi menjadi 500 RW terbaik, maka akan ada verifikasi lapangan kedua dimana untuk menyaring menjadi 200 RW yang menjadi terbaik atau juara," jelas Irvan.

Dari 200 RW tersebut, penilaian kemudian dibagi berdasarkan kategori RW A dan RW B. RW A diperuntukkan bagi wilayah dengan jumlah lebih dari 10 RT, sedangkan RW B untuk wilayah dengan jumlah kurang dari 10 RT. Tahapan ini menjadi bagian dari proses menuju 165 besar RW.

Irvan menambahkan, seluruh pilar tetap menjadi bagian penting dalam penilaian. Namun, pilar lingkungan dan ekonomi akan memiliki bobot penilaian terbesar karena dinilai berkaitan langsung dengan perubahan perilaku serta kemandirian warga. 

"Semua pilar tetap saling mempengaruhi, tapi penilaian yang terbesar nanti berasal dari pilar lingkungan dan pilar ekonomi," ucapnya.{*}

| Baca berita Kampung Pancasila. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.