Survei ARCI: Gerindra Kian Kokoh di Jatim, Demokrat Terus Menguat!

Reporter : Roy Hasibuan  |   Kamis, 03 Sep 2026 23:06 WIB
GERINDRA TERATAS: Baihaki Siratj, hasil survei ARCI Gerindra teratas di Jatim sejak akhir 2025. | Foto: Barometerjatim.com/ROY

SURABAYA | Barometerjatim.com – Gerindra menjadi partai politik dengan elektabilitas tertinggi di Jatim. Hal itu tergambar dari hasil survei Accurate Research and Consulting Indonesia (ARCI).

Survei dilakukan pada 18-28 Agustus 2026, melibatkan 1.200 responden yang tersebar di 38 kabupaten/kota se-Jatim dengan margin of error lebih kurang 2,8% pada tingkat kepercayaan 95%.

Baca juga: Jember Home Care Jadi Primadona Baru, 82,3% Warga Puas: Perluas hingga Pelosok!

"Gerindra masih teratas di Jatim sejak akhir 2025. Partai lainnya cenderung stagnan, dan Demokrat terus berprogres," kata Peneliti ARCI, Baihaki Siratj saat paparan hasil survei lembaganya di Surabaya, Kamis (3/9/2026).

Dalam survei ARCI, Gerindra masih tertinggi di Jatim dengan tingkat keterpilihan 16,3%. Disusul PKB 15,1%, PDIP 13,7%, Golkar 12,5%, Demokrat 12,5%, PSI 5,1%, PAN 4,2%, Nasdem 4,1%, PKS 4,1%, PPP 1,5%, Perindo 1,1%, partai lainnya 3,5%, dan 6,3% responden tidak tahu/tidak menjawab.

Baihaki membeberkan sejumlah faktor yang membuat Gerindra menjadi partai teratas di Jatim. Salah satu karena para legislatornya rajin turun langsung ke masyarakat.

"Memang legislator Gerindra ini banyak yang aktif, tentunya mengawal program presiden termasuk mereka juga menyerap aspirasi warga. Selain itu kepala daerah Gerindra di Jatim sangat banyak, secara langsung ini berdampak pada elektoral partai," jelas Baihaki.

"Selain itu top of mind warga sangat tinggi terhadap partai dari presiden. Meski saya kira angka elektoral Gerindra saat ini masih belum optimal, dan masih bisa ditingkatkan lagi dengan kinerja kerakyatan dari kader Gerindra," sambungnya.

PKB Cukup Stagnan

Bagaimana dengan juara Pileg 2024 di Jatim, PKB? Baihaki menyebut partai ini masih cukup stagnan di Jatim. Sedangkan Golkar menurun, dan kenaikan justru didapat Demokrat.

"PKB stagnan, untuk PDIP ada progres meski sangat kecil, sementara Golkar menurun sejak akhir 2025," terangnya.

"Kenaikan justru ada di Demokrat, dampak kerja-kerja elektoral dari Emil Dardak beserta pengurus DPD selama setahun terakhir," tambah Baihaki.

Dia membeberkan salah satu faktor yang membuat elektoral Demokrat meningkat, yakni perubahan jajaran pengurus partai dalam setahun terakhir serta coattail effect dari Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua DPD Demokrat Jatim, Emil Elestianto Dardak.

Baca juga: VIDEO: Bursa Ketua Demokrat Jatim, Hanya Orang Ini yang Berani Tantang Emil Dardak!

"Adanya perombakan pada susunan kepengurusan DPD Demokrat Jatim pada 2025 memberi dampak, sehingga Demokrat ini lebih hidup dengan berbagai program langsung ke masyarakat," terang Baihaki.

"Tentu yang juga sangat berdampak pada elektoral Demokrat ialah coattail effect dari AHY sebagai salah satu menteri dengan kinerja terbaik. Selain itu, elektoral terhadap Emil Dardak juga meningkat di Jatim, dan semakin banyak warga yang tahu bahwa dia ketua Demokrat Jatim," paparnya.

Baihaki mengungkap, secara elektoral kekuatan Demokrat menguat di wilayah Mataraman, Arek, dan Tapal Kuda. Namun masih lemah di kawasan Pantura dan stagnan di Madura.

"Di Mataraman menguat sangat signifikan, lalu di wilayah Tapal Kuda, Arek ada progres meskipun kecil. Namun di Pantura terus melemah, kalau di wilayah Madura stagnan," bebernya.

Menurut Baihaki, pada Pemilu 2024 publik Jatim masih banyak yang belum mengetahui bahwa Emil Dardak merupakan ketua Demokrat Jatim. 

"Saat ini sudah 98,7% responden mengetahui bahwa Emil Dardak adalah ketua DPD Demokrat Jatim. Ini bekal berharga Demokrat menuju Pileg 2029 di Jatim, sebab tren elektoral personal Emil Dardak saat ini terus meningkat di Jatim," ucapnya.

Baca juga: Musda VII Demokrat Jatim Digelar 28-29 Agustus, 40 Peserta Kantongi Hak Suara

Baihaki menambahkan, bila tren Demokrat saat ini terus dipertahankan, maka tidak menutup kemungkinan kursi partai akan bertambah pada Pileg 2029.

"Kuncinya Demokrat harus konsisten, apa yang sudah berjalan baik saat ini harus terus dijalankan agar perolehan suara partai di 2029 bisa bangkit kembali. Tren Demokrat meningkat sejak September 2025," jelasnya.

Baihaki juga menyoroti anjloknya elektoral PPP di Jatim. Elektoral PPP saat ini merupakan yang terendah sepanjang ARCI melakukan survei. Hampir di semua segmen wilayah PPP anjlok, hanya di Madura saja PPP masih bisa bersaing bahkan bisa di lima besar. 

“Ini tentu alarm berbahaya bagi PPP yang menargetkan kembali lolos ke Senayan pada 2029 karena Jatim lumbung suara. Ketidakpopuleran tokoh PPP di Jatim berdampak pada elektoral partai, kecuali di Madura yang memang punya tokoh mengakar," bebernya.{*}

| Baca berita Survei. Baca tulisan terukur Roy Hasibuan | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer