Anak Muda Banyuwangi Dipacu ke Jepang, Ada yang Kantongi Rp 21 Juta per Bulan!

Reporter : Andriansyah  |   Rabu, 23 Sep 2026 12:45 WIB
TENAGA TERAMPIL: Pelatihan vokasi dan produktivitas di BPVP Muncar Banyuwangi. | Foto: Humas BWI

BANYUWANGI | Barometerjatim.com –  Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Afriansyah Noor, mendorong anak-anak muda Banyuwangi memanfaatkan potensi besar dari bonus demografi dengan peluang magang dan bekerja di luar negeri.

Hal itu disampaikannya saat membuka Pelatihan Vokasi dan Produktivitas Batch IV, Magang Hub Nasional, serta Magang ke Jepang hasil kerja sama dengan IM Japan di Balai Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BPVP) Muncar, Banyuwangi, Selasa (22/9/2026).

Baca juga: KAI Hidupkan Lagi Layanan Pengiriman Ternak, Banyuwangi Titik Awal Keberangkatan!

"Di Indonesia sekarang bonus demografinya besar sekali. Bagi mereka yang berminat ke luar negeri kita didik, kita latih, kita berikan kompetensi dan skill yang memadai," ujarnya.

Afriansyah menjelaskan, Kemenaker saat ini tengah gencar menggalakkan program bagi tenaga kerja profesional yang menguasai keahlian khusus untuk ditempatkan di negara-negara mitra, salah satunya Jepang. 

Di Negeri Sakura tersebut, para peserta magang dan tenaga kerja Indonesia ditempatkan di berbagai sektor strategis seperti otomotif, pabrik, pertanian, hingga pengemudi (driver), sesuai dengan kompetensi masing-masing serta perjanjian resmi antar-lembaga dan pemerintah.

Banyak kisah sukses alumni tenaga kerja Indonesia yang pernah menyelesaikan kontrak kerja tiga tahun di Jepang. Selain mendapatkan pengalaman kerja internasional, mereka juga memperoleh penghasilan yang sangat memadai. 

"Sebagai gambaran, di sektor otomotif ringan seperti teknisi bengkel ban, montir ganti oli, hingga perbaikan ringan, itu mampu mengantongi penghasilan bersih sekitar Rp 21 juta per bulan," ucapnya.

Penyumbang Terbanyak

Afriansyah juga mengapresiasi posisi Banyuwangi, yang menjadi salah satu daerah penyumbang tenaga kerja terbanyak untuk penempatan di Jepang.

"Banyuwangi salah satu terbesar untuk penempatan anak-anak kita ke negara Jepang. Keberadaan BPVP di Banyuwangi ini bentuk komitmen kami untuk menciptakan anak-anak kita yang punya kompetensi dan skill hebat-hebat, termasuk skill bahasa," ucapnya.

Lebih lanjut, Wamenaker menyebut kondisi ketenagakerjaan di Banyuwangi relatif sangat baik. Dengan jumlah penduduk sekitar 1,7 juta jiwa, angka Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Banyuwangi mencatat kisaran 10 ribu orang. 

Baca juga: Karhutla Gunung Ijen, Helikopter Water Bombing BPBD Jatim Beri Bantuan Udara!

"Ini luar biasa rendah, persentasenya kecil. Oleh karena itu harus kita dukung," ucapnya.

Dia pun mengajak masyarakat memanfaatkan fasilitas vokasi secara optimal. Apalagi Presiden Prabowo Subianto menaruh perhatian besar pada pengembangan SDM melalui alokasi kuota Pelatihan Vokasi Nasional yang mencapai 220 ribu orang khusus lulusan SMA/SMK, dimana seluruh pembiayaannya ditanggung penuh oleh negara.

Tekan Pengangguran

Sementara itu Wakil Bupati Banyuwangi, Mujiono membeberkan tingkat pengangguran terbuka Banyuwangi berhasil ditekan dari 4,03 persen menjadi 3,94 persen di 2025.

Meski demikian, Mujiono menekankan bahwa indikator pencapaian tersebut harus disikapi secara holistik dan tidak hanya sekadar melihat penurunan angka statistik semata.

"Penurunan pengangguran itu tidak cukup dibaca sebagai keberhasilan penciptaan pekerjaan saja. Akan tetapi, kita juga harus memperhatikan partisipasi angkatan kerja, kualitas pekerjaan, produktivitas, tingkat pendapatan, dan jumlah penduduk usia kerja yang tidak aktif dalam pasar kerja," tuturnya.

Baca juga: Karhutla Kawah Ijen Meluas, Bupati Ipuk Tetapkan Tanggap Darurat Bencana!

Di tempat yang sama, Kepala BPVP Banyuwangi, Susanto memaparkan pelatihan vokasi diikuti 284 peserta. Program yang dibuka cukup beragam mulai dari bidang pariwisata, bidang pengelasan, pelatihan barista, hingga sektor pengolahan pangan dan pertanian hidroponik.

"Sementara alumni dari BPVP Banyuwangi yang sudah terserap di dunia kerja di tahun 2026 ini mencapai 1.720 orang, baik yang bekerja di industri maupun yang memilih jalur wirausaha mandiri," terangnya.

Adapun untuk program Magang Jepang kerja sama IM Japan telah memasuki tahun kedua. Pada tahun 2025 lalu, terdapat sekitar 100 orang pendaftar dengan 95 orang di antaranya berhasil lolos ke tahap seleksi awal. Sedangkan tahun 2026 ini setelah dilakukan penyaringan, tersisa 84 peserta dari total 250 orang.{*}

| Baca berita Banyuwangi. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer