Banyak Warga Miskin di Surabaya Terdata Punya Mobil, Eri: Jangan Pinjamkan KTP!
SURABAYA | Barometerjatim.com – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengimbau seluruh warga Kota Pahlawan agar menjaga kerahasiaan dan kepemilikan Kartu Tanda Penduduk (KTP).
Warga diminta tidak meminjamkan identitas kependudukan tersebut kepada pihak lain untuk keperluan pembelian barang mahal maupun kendaraan bermotor, seperti mobil dan sepeda motor.
Baca juga: GOW Fit-Fest Berlangsung Meriah, 2.000 Perempuan Surabaya Goyang Zumba!
Hal itu untuk memastikan seluruh program bantuan sosial (Bansos) dan perlindungan sosial (Perlinsos) dari Pemkot Surabaya, dapat tersalurkan secara tepat sasaran kepada warga yang benar-benar membutuhkan.
Sebab, dalam penelusuran data Perlinsos di lapangan, petugas kerap menemukan ketidaksesuaian data kepemilikan aset. Banyak warga yang secara nyata hidup dalam kondisi kurang mampu, namun di dalam sistem terdeteksi memiliki kendaraan bermotor atau mobil.
"Ternyata ketika kita melihat bersama, banyak nama yang digunakan (mencatatkan aset) yang sebenarnya tidak memiliki mobil atau motor. Setelah diklarifikasi, warga yang bersangkutan mengaku KTP-nya dipinjam oleh orang lain,” ujar Eri, Senin (5/10/2026).
“Karena itu, saya nyuwun tulung (minta tolong) warga Suroboyo, KTP-nya jangan dipinjamkan untuk pembelian mobil atau motor," imbuhnya.
Tak Berpatokan Desil
Memastikan Bansos tepat sasaran, Pemkot Surabaya kini tidak hanya berpatokan pada data desil, tetapi menerapkan skema penentuan prioritas penerima bantuan yang disepakati secara terbuka melalui musyawarah di tingkat Rukun Tetangga (RT).
Baca juga: Surabaya Isoplus Marathon Bawa Dampak Nyata, Dongkrak PDRB Rp 41 Miliar!
Dalam musyawarah penentuan prioritas tersebut, Pemkot melibatkan lurah, camat, ketua RT/RW, tokoh masyarakat, serta minimal tiga perempat warga dari wilayah RT setempat untuk memverifikasi kondisi ekonomi aktual setiap tetangga.
"Jadi sekarang Surabaya tidak lagi melihat desil, tetapi kita menentukan prioritas 1, 2, dan 3 secara bersama-sama. Yang menentukan bukan hanya Pemkot, tapi seluruh warga di RT tersebut,” ucap Eri.
“Warga sendiri yang akan melihat dan menentukan. Misalnya mana lansia yang belum dapat bantuan sama sekali dan tidak punya apa-apa, itu yang jadi prioritas pertama," jelasnya.
Melalui pendekatan berbasis komunitarian dan semangat Kampung Pancasila ini, Eri berharap seluruh warga Surabaya ikut mengawasi ketepatan penyaluran bantuan di lingkungannya masing-masing.
Baca juga: Eri Cahyadi Soroti Kamar Mandi SMPN 47 Surabaya: Sekolah Negeri kok Kondisinya seperti Ini!
Dia juga meminta warga aktif saling menjaga dan memanfaatkan fitur aduan atau pengecekan, seperti aplikasi Cek Wargaku.
"Ayo kita mulai lagi agar bantuan tepat sasaran. KTP-ne tulung dijogo, ojo disilihno gawe tuku mobil (KTP-nya tolong dijaga, jangan dipinjamkan untuk beli mobil). Mari kita pastikan bantuan ini benar-benar jatuh ke tangan warga yang membutuhkan," ujarnya. {*}
| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur