Proyek Jembatan Candinegoro Rp 1,46 M Telat, Subandi: Kendala Jangan Jadi Alasan!

Reporter : Syaikhul Hadi  |   Jumat, 09 Okt 2026 20:18 WIB
PENGERJAAN TERLAMBAT: Subandi sidak proyek Jembatan Candinegoro telan anggaran Rp 1,46 miliar. | Foto: Pemkab Sidoarjo

SIDOARJO | Barometerjatim.com – Bupati Sidoarjo, Subandi mendapati proyek Jembatan Candinegoro di Kecamatan Wonoayu yang menelan anggaran Rp 1,46 miliar mengalami deviasi keterlambatan fisik minus 9,94 persen.

"PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) tadi menyampaikan deviasinya saat ini mencapai 9 persen. Karena ini pengerjaan jembatan, kami menyarankan agar diberlakukan minimal sistem dua shift untuk mengejar deviasi tersebut," pintanya saat melakukan sidak, Selasa (6/10/2026).

Baca juga: Pengunjung CFD Sidoarjo Tembus 18.030, Biaya Kerusakan Fasum Capai Rp 36 Juta!

Subandi menegaskan, masih ada waktu 2,5 bulan untuk mengejar ketertinggalan pekerjaan. Dia berharap pembangunan Jembatan Candinegoro yang dikerjakan mulai Juli itu dapat rampung pada 16 Desember. 

Karena itu, PPK diminta lebih aktif turun ke lapangan dan meningkatkan koordinasi dengan konsultan pengawas dan kontraktor proyek.

“PPK kita sampaikan untuk sering sidak. Sering koordinasi antara konsultan dengan kontraktor. Kalau ada deviasi, panggil ke kantor. Bicarakan kekurangannya apa untuk segera ditindaklanjuti. Biar pelaksanaan pekerjaan jembatan ini tepat waktu,” ujarnya.

Subandi menegaskan, kendala deviasi tidak seharusnya menjadi alasan capaian target pekerjaan. Pasalnya, material dan tenaga kerja yang disepakati telah terpenuhi.

Begitu pula dengan alasan teknis, seperti kendala aliran air sungai yang menyebabkan keterlambatan. Hal itu seharusnya sudah diantisipasi sejak tahap perencanaan pembangunan jembatan.

"Tidak bisa beralasan karena air. Sebelum bekerja kan sudah ada perencanaan. Karena itu, saya sampaikan kepada PPK dan konsultan pengawas agar pengawasan diperketat. Jika deviasi 9 persen ini bisa dikejar, saya yakin proyek selesai tepat waktu dan kualitas pekerjaan tetap terjaga," ujarnya.

24 Jam Nonstop

Sementara itu Konsultan Pengawas Proyek, Umar mengatakan pengerjaan pembangunan Jembatan Candinegoro sudah memasuki minggu ke-11. Berdasar evaluasi per Senin (5/10/2026), realisasi progres fisik berada di angka 52,64 persen atau mengalami deviasi sekitar minus 9,94 persen. 

Baca juga: Subandi Minta Pungutan CFD di Sidoarjo Rp 5 Ribu Saja: Jangan Beratkan Pedagang!

Mengatasi ketertinggalan tersebut, pihak pelaksana menerapkan strategi percepatan (catch-up plan) dengan memberlakukan sistem kerja 24 jam nonstop dan menambah alokasi tenaga kerja.

"Kami membagi pengerjaan menjadi dua tim dengan total 18 pekerja. Pengerjaan dilakukan secara maraton hingga subuh untuk memaksimalkan tahapan pemasangan struktur baja, diafragma, dan gelagar WF," terangnya.

Umar membeberkan, sejumlah kendala teknis dan lapangan menjadi pemicu keterlambatan tersebut. Di antaranya, keterlambatan pengiriman material baja Wide Flange (WF) yang harus dirakit terlebih dahulu di pabrik (workshop). 

Lalu ada kendala akses pengangkutan. Selain itu, deviasi dipengaruhi intensitas air sungai di area pekerjaan fondasi.

"Meskipun ada keterlambatan di awal, dengan percepatan pemasangan baja dan pengecoran plat lantai serta plat injak yang sedang berjalan, kami optimistis proyek selesai tepat waktu," ujar Umar.

Baca juga: Sidak Proyek Gedung HD RSUD Sidoarjo Barat, Mimik Soroti Keterlambatan!

Dia menuturkan, pengerjaan pengecoran pile cap abutment (fondasi bawah) pada sisi utara telah rampung dan memasuki masa perawatan beton (curing). 

Perlu waktu tujuh hari agar kualitas struktur optimal. Selanjutnya, pengerjaan fokus pada penyelesaian sisi selatan, dinding abutment, serta pier head (kepala jembatan).

“Secara spesifikasi, proyek ini mencakup pembangunan dua unit jembatan yang masing-masing memiliki panjang 8 meter dengan total panjang 16 meter dan lebar 4 meter,” ujarnya. {*}

| Baca berita Pemkab Sidoarjo. Baca tulisan terukur Syaikhul Hadi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer