Feeling Keponakan Khofifah: Cawawali PDIP dari Basis Hijau

barometerjatim.com  |   Jumat, 20 Sep 2019 23:41 WIB

PILWALI SURABAYA: Lia Istifhama, mengikuti penyaringan Bacawali lewat PDIP. | Foto: Barometerjatim.com/ROY HS

SURABAYA, Barometerjatim.com 18 orang mengikuti penjaringan untuk maju di Pilwali Surabaya 2020 lewat PDIP. Salah satunya Lia Istifhama, keponakan Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa.

Baca juga: Khofifah Rotasi 7 Pejabat Eselon II Pemprov Jatim, Kepala Bappeda Digeser!

DPD PDIP Jatim juga sudah menuntaskan penyaringan tahap pertama -- lewat fit and proper test -- yang digelar sejak Rabu hingga Jumat (18-20/9/2019). Namun siapa yang akan mendapatkan rekomendasi, kewenangan penuh ada di DPP.

Meski ditentukan lewat tanda tangan Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri, Lia yang mendaftar untuk calon wakil wali kota (Cawawali), optimistis rekomendasi akan jatuh ke pangkuannya -- kendati tidak menyampaikannya secara blak-blakan.

"Saya yakin, sedominan apapun PDIP pasti menghargai adanya basis hijau (warga NU) di Surabaya. Jadi saya kok punya feeling wakil adalah dari basis hijau," tegasnya.

Baca juga: Demo Korupsi Hibah Jatim: Kalau KPK Tidak Tebang Pilih, Adili Khofifah!

Bahkan, tak sekadar basis hijau, Lia juga menilai faktor milenial akan menjadi pertimbangan PDIP dalam memilih Cawawali.

"Saya berkaca dari Mas Emil (Wagub Jatim, Emil Dardak). Ini kan masih ada hawa Mas Emil, dalam artian pasti orang itu suka dengan yang milenial juga," katanya.

"Jadi saya optimis, bahwa seorang wakil yang baik walaupun untuk partai yang besar adalah kader hijau, milenial, dan tidak harus kader partai," sambungnya.

Baca juga: Kusnadi Meninggal Sebelum Diadili, JPU KPK Akan Buka BAP-nya di Persidangan!

Lia juga merasa penjaringan dan penyaringan yang dilakukan PDIP tidak sebatas formalitas. "Ndak, ndak! Ini pasti sungguh-sungguh," tandas perempuan yang juga kader Fatayat NU, Banom perempuan muda NU tersebut.

» Baca Berita Terkait Pilwali Surabaya, PDIP 


Berita Terbaru

Berita Populer