Indonesia Darurat Pengusaha, Sandiaga: Ekonomi Kreatif Bisa Jadi Tulang Punggung!

Reporter : Andriansyah  |   Minggu, 01 Feb 2026 13:31 WIB
EKONOMI KREATIF: Sandiaga S Uno, ekonomi kreatif bisa jadi tulang punggung di 2026. | Foto: Barometerjatim.com/BKT

SURABAYA | Barometer Jatim – Mantan Menteri Pariwisata, Sandiaga S Uno memandang 2026 menjadi tahun refleksi di sektor perekonomian Tanah Air. Kesenjangan di sektor bisnis yang menampung banyak lapangan kerja makin terlihat: Yang besar makin besar dan yang kecil makin kecil. 

Pemandangan Sandiaga yang juga seorang pengusaha tersebut disampaikan dalam seminar nasional bertajuk Indonesia Darurat Pengusaha yang digelar Ruang Tumbuh Bisnis Akademi di Surabaya, Sabtu (31/1/2026). 

Baca juga: DPRD Surabaya Sahkan Perda YEKAPE dan Pengembangan Ekonomi Kreatif

"Tapi saya melihat bahwa ini adalah refleksi pertama kita. Lapangan kerja ini tidak lahir dari usaha yang rapuh. Usaha yang banyak mengeluh tapi dari usaha yang berkah, berkelanjutan," katanya. 

Karena itu, Sandiaga melihat sektor ekonomi kreatif akan bertumbuh dan menciptakan lebih dari 20 juta lapangan kerja di seluruh Indonesia. Mulai dari sektor kuliner, fashion, sampai sektor-sektor yang berkaitan dengan ekonomi digital dan aplikasi.

"Sektor-sektor yang berkaitan bukan hanya memotivasi anak muda untuk menjadi entrepreneur, tapi bisa menghadirkan efisiensi dalam mereka berusaha dengan adanya teknologi," ungkapnya.

Harus Hati-hati di 2026

Sandiaga juga mengatakan, sektor ekonomi kreatif bisa menjadi tulang punggung bagi perekonomian Indonesia di 2026. "Saya melihatnya, pada era 2026 ini sektornya mulai terlihat yang akan menjadi winners, sektor ekonomi kreatif," katanya. 

Sebab, kata Sandiaga, sektor ekonomi kreatif ini mulai bermigrasi dari sektor ekstraktif yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian Tanah Air. 

"Tahun lalu, sektor ekstraktif kita tumbuh tapi dalam konsep yang disebut sebagai k-shaped circle," katanya. Artinya, masih kata Sandiaga, bahwa usaha-usaha ekstraktif yang memiliki sektor yang tepat seperti emas naik.

"Tapi ada sektor-sektor ekstraktif yang nilai tambahnya sangat rendah, ini justru turun. Akhirnya yang terjadi yang kecil makin kecil. Sementara yang besar makin besar dan kesenjangan ini semakin terlihat," kata Sandiaga.

Baca juga: 4.226 Mahasiswa UPN Veteran Jatim Diterjunkan di Surabaya, Bawa Inovasi Apa?

"Saya memberi masukan kemarin partner saya Pak Rosan (Roeslani) yang tugas di Danantara sekarang dan juga sebagai Menteri Investasi ini harus hati-hati, 2026 harus hati-hati," sambungnya.

Kenapa harus hati-hati di 2026? Karena menurut Sandiaga, politik Tanah Air saat ini sudah consolidated, sudah stabil. 

"Ya kalau kita lihat ingar-bingar politik seperti 2019 sudah tidak ada. Jadi yang harus dijaga itu ekonomi. Nah peran pemerintah itu memfasilitasi, peran pengusaha berinvestasi," tandasnya.

Namun investasinya ini yang belum kelihatan, karena semuanya masih wait and see

"Saya hari ini di Surabaya diundang di Surabaya Business Forum, saya ingin memotivasi teman-teman pengusaha-pengusaha kalau kita wait and see terus, kita akan ketinggalan momentum," tegasnya. 

Baca juga: Bangun Ekonomi Kreatif Surabaya, 4.226 Mahasiswa UPN Jatim Terjun ke Kelurahan

Dan ini akhirnya menjadi downward spiral, akhirnya menjadi self-fulfilling prophecy, lanjutnya, karena kita khawatir. "Kita jadi takut, karena kita takut situasi bisnis semakin akut," tegasnya.

Mengatasi problem tersebut, Sandiaga memberi masukan para pengusaha menjadi sukses lewat kunci "3 Si" di 2026. Yakni inovasi, adaptasi, dan kolaborasi.{*}

| Baca berita Ekonomi. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer