Eri Cahyadi Minta Warga Kaya Bayar BPJS Mandiri, Warga Tak Mampu Urusan Pemkot!
SURABAYA | Barometer Jatim – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi menjamin layanan kesehatan warganya dengan Universal Health Coverage (UHC). Sehingga bagi warga Surabaya yang menjadi peserta BPJS PBI nonaktif tidak perlu khawatir, karena Pemkot Surabaya akan mengaktifkan kembali.
Namun demikian, Eri mengajak warga Surabaya yang kaya secara finansial dalam desil 8-10 untuk bayar iuran BPJS secara mandiri.
Baca juga: Sambut Seruan Prabowo, 61.500 Warga Surabaya Tumpah Ruah Gelar Kurve!
"Saya minta tolong warga yang masuk ke dalam desil 8 sampai 10, untuk mau gotong royong bayar iuran BPJS secara mandiri. Hal ini dikarenakan agar Pemkot Surabaya bisa fokus menangani warga tidak mampu," katanya, Minggu (15/2/2026).
"Mari kita gotong-royong Bersama. Yang tidak mampu dipegang pemerintah, tapi yang mampu saya doakan tambah kaya, tambah rezekinya,” sambungnya.
Karena itu, dalam Waktu dekat Pemkot Surabaya akan melakukan konfirmasi ulang warga Surabaya yang masuk ke dalam keluarga miskin, prasejahtera dan sejahtera saat pelaksanaan Kampung Pancasila.
“Kita akan kembalikan lagi ke warga apakah ada sanggahan terkait data warga prasejahtera di masing-masing RW. Kita akan sampaikan, benar tidak warga prasejahtera sekian, yang sejahtera sekian. Kalau datanya sudah benar, yang mampu saya mohon untuk membayar sendiri (BPJS-nya),” jelasnya.
Baca juga: Tekan Harga Bahan Pokok Jelang Ramadan, Pemkot Surabaya Gencarkan GPM!
Hal ini selaras dengan Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin yang juga meminta orang-orang kaya bisa membayar iuran BPJS secara mandiri.
Sehingga anggaran pemerintah bisa difokuskan bagi keluarga tidak mampu. Menurut Budi, iuran Rp 42.000 bagi orang kaya seharusnya mampu untuk dibayarkan secara mandiri.
Selain itu, Eri juga mengimbau bagi perusahaan yang ada di Surabaya untuk melaksanakan kewajibannya dalam memberikan jaminan Kesehatan bagi pekerjanya.
Baca juga: Renovasi Rumah Tak Layak Huni, Eri Cahyadi Utamakan Warga Miskin Desil 1-5!
Dengan demikian, seluruh warga Surabaya baik itu warga tidak mampu, prasejahtera, hingga pekerja di Surabaya mendapatkan jaminan kesehatan secara penuh, tidak ada yang tertinggal.{*}
| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur