Menggetarkan! Ada Tunanetra Hafal 11 Juz dalam MHQ PKS Jatim

Reporter : Roy Hasibuan  |   Senin, 02 Mar 2026 01:37 WIB
MENGGETARKAN: Harianto (57) tunanetra sejak lahir asal Kota Masiun hafal 11 juz Al Qur’an. | Foto: IST

SURABAYA | Barometer Jatim –  Musabaqah Hifzhil Qur’an (MHQ) tingkat DPW PKS Jawa Timur, Minggu (1/3/2026), tak hanya menghadirkan suasana kompetitif tetapi juga sarat makna spiritual.

Sebanyak 38 DPD PKS kabupaten/kota se-Jatim mengirimkan para juara terbaiknya untuk berkompetisi di tingkat wilayah, memperebutkan tiket menuju ajang nasional.

Baca juga: Serunya Ngabuburit di Tugu Pahlawan, Ruang Terbuka Disulap Jadi Mini Camping!

Kegiatan yang berlangsung di Kantor DPW PKS Jatim itu menjadi bagian dari rangkaian program Ramadan sekaligus ajang konsolidasi nilai Qur’ani di tubuh partai.

Sekretaris DPW PKS Jatim, Muhamad Syadid menyebut MHQ bukan sekadar perlombaan tahfidz.

“Ini bukan hanya musabaqah biasa, tapi pesta langit. Njenengan (anda) semua adalah bintang utama hari ini. Sejak berangkat dari daerah, para malaikat sudah mengepakkan sayapnya mengawal para penghafal Al Qur’an,” ujarnya dalam sambutan.

SPIRITUAL: MHQ PKS Jatim tak hanya hadirkan suasana kompetitif tapi juga sarat makna spiritual. | Foto: IST

Menurut Syadid, seluruh peserta yang hadir merupakan hasil seleksi terbaik dari daerah masing-masing. Dari forum ini akan dipilih perwakilan Jatim yang akan dikirim ke tingkat nasional bersaing dengan peserta dari seluruh provinsi di Indonesia.

“Jangan hanya membawa pulang trofi. Sepulang dari sini, tugasnya adalah menghadirkan pelayanan di tengah masyarakat. Kalau dekat dengan Al Qur'an, harapannya punya akhlak Qur'an yang bisa terus menebar kebaikan,” tegasnya.

Tak Berhenti di Seremoni

MHQ tingkat wilayah ini, lanjut Syadid, menjadi bukti bahwa pembinaan kader berbasis Al Qur’an tidak berhenti pada seremoni. Dengan partisipasi 38 daerah dan proses seleksi berjenjang, PKS Jatim menunjukkan upaya sistematis dalam membangun tradisi Qur’ani di internalnya.

Ketua Panitia Ramadan DPW PKS Jatim, Darmidi, menambahkan pelaksanaan MHQ secara berjenjang dari tingkat daerah hingga wilayah menunjukkan konsistensi pembinaan kader berbasis nilai spiritual.

MHQ ini menghadirkan pesan kuat, bahwa di tengah dinamika sosial dan politik, fondasi nilai tetap menjadi pegangan utama.

Baca juga: Kawal Kepatuhan Perusahaan, Pemkot Surabaya Buka Posko Pengaduan THR!

“Hari ini kita membuktikan bahwa Jatim memiliki potensi besar para huffazh dari kalangan kader. Ini bisa menjadi gerakan besar pembinaan Al Qur’an ke depan,” ujarnya.

Di antara ratusan peserta, satu sosok membuat suasana ruangan mendadak hening dan haru. Harianto (57), peserta asal Kota Madiun, merupakan tunanetra sejak lahir. Namun dia telah menghafal 11 juz Al Qur’an.

Dengan suara tenang dan hafalan yang kuat, dia melantunkan ayat-ayat suci. Para peserta dan penguji terdiam, menyimak dengan takzim.

Saat ditanya alasannya menghafal Al Qur'an, meski tidak bisa melihat, ia menjawab kalau orang yang bisa melihat cukup bawa satu mushaf kecil, bisa dikantongi. 

“Kalau saya, satu juz satu buku braille tebal. Kalau 30 juz bisa satu becak. Maka saya pikir, lebih baik dimasukkan ke kepala saja supaya ringan dibawa,” ujarnya sederhana.

Harianto menghafal melalui mushaf braille dan murotal yang didengarkan berulang-ulang. Dia mengaku tak pernah terpikir mengikuti lomba. Baginya, menghafal Al Qur’an adalah bentuk syukur dan kebutuhan pribadi.

Baca juga: Menu Sahur dan Buka Puasa Saran Pemkot Surabaya: Perkaya dengan Protein Ikan!

“Saya hanya ingin dekat dengan Al Qur’an,” katanya lirih.

Salah satu penguji dari Biro Al Qur’an BKAP DPW PKS Jatim, Komari, mengaku tak kuasa menahan haru saat menilai bacaan Harianto.

“Bacaan beliau sangat bagus dan hafalannya kuat. Ini pelajaran besar bagi kita semua. Kalau beliau yang memiliki keterbatasan saja bisa menghafal 11 juz, apa alasan kita yang sehat untuk tidak dekat dengan Al Qur’an?” ujarnya.

Kini Harianto menargetkan menyelesaikan 30 juz. Di sela aktivitasnya mengajar Al Qur’an di Madiun, dia juga aktif memanfaatkan teknologi berbasis suara untuk terus belajar.{*}

| Baca berita Ramadan. Baca tulisan terukur Roy Hasibuan | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer