Tumbuh 5,87%, Eri Cahyadi Sebut Fondasi Ekonomi Surabaya Cukup Kuat!

Reporter : Rofiq Kurdi  |   Jumat, 13 Mar 2026 00:12 WIB
FONDASI KUAT: Ekonomi Surabaya pada 2025 tumbuh 5,87%, meningkat dibandingkan 2024 yang hanya 5,76%. | Sumber: BPS

SURABAYA | Barometer Jatim – Badan Pusat Statistik (BPS) Surabaya merilis ekonomi Kota Pahlawan pada 2025 mengalami pertumbuhan 5,87%, meningkat jika dibandingkan dengan 2024 yang hanya tumbuh 5,76%.

Perekonomian Surabaya 2025 yang diukur berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp 830,54 triliun, dan PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp 513,94 triliun.

Baca juga: Eri Cahyadi Larang Mobil Dinas Dipakai Mudik, Melanggar Sanksinya Berat!

Bagi Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, pertumbuhan tersebut mencerminkan ketahanan ekonomi kota yang ditopang berbagai sektor usaha serta partisipasi masyarakat dalam menggerakkan roda perekonomian.

“Pertumbuhan ekonomi ini menunjukkan bahwa fondasi ekonomi Kota Surabaya cukup kuat,” ujar wali kota yang akrab disapa Cak Eri tersebut, Kamis (12/3/2026).

“Ke depan, Pemkot Surabaya akan terus mendorong penguatan ekonomi lokal melalui pengembangan ekonomi kreatif, pemberdayaan generasi muda, serta pengembangan destinasi wisata perkotaan,” tandasnya.

Didominasi Sektor Jasa

Eri menjelaskan, dari sisi struktur ekonomi, aktivitas perekonomian Surabaya masih didominasi sektor perdagangan besar dan eceran, reparasi mobil dan sepeda motor dengan kontribusi 26,97%. Disusul industri pengolahan sebesar 19,59%, serta sektor penyediaan akomodasi dan makan minum 16,71%.

“Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penggerak utama perekonomian dengan kontribusi 59,97%, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 27,25% yang menunjukkan meningkatnya peran investasi dalam mendorong aktivitas ekonomi kota,” jelasnya.

SEKTOR JASA: Ekonomi Surabaya masih didominasi sektor jasa lapangan usaha perdagangan besar dan eceran. | Sumber: BPS

Sementara itu Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Surabaya, Irvan Wahyudrajad menjelaskan Pemkot Surabaya akan terus memperkuat berbagai program pembangunan ekonomi guna menjaga momentum pertumbuhan tersebut.

Baca juga: Buka Akses Calon Investor, Pemkot Surabaya Luncurkan Aplikasi Sasetboyo!

“Salah satu langkah yang dilakukan adalah menyusun database pelaku ekonomi kreatif Surabaya sebagai dasar pengembangan kebijakan, fasilitasi program, serta penguatan jejaring usaha bagi pelaku ekonomi kreatif di kota ini,” katanya.

Selain itu, Pemkot Surabaya juga mendorong pemberdayaan generasi muda melalui program dukungan kegiatan pemuda sebesar Rp 5 juta per RW. 

“Program ini diharapkan menjadi stimulus bagi anak muda untuk mengembangkan kegiatan kreatif, kewirausahaan, dan aktivitas produktif di lingkungan kampung,” ujarnya.

Pemkot Surabaya, lanjut Irvan, juga memperkuat pengembangan sektor pariwisata perkotaan melalui penataan kawasan strategis, termasuk pengembangan kawasan eks Taman Hiburan Rakyat (THR) sebagai ruang ekonomi kreatif yang terintegrasi dengan aktivitas seni, budaya, dan kuliner masyarakat.

Di sisi lain, pengembangan kampung tematik, urban tourism, serta Kampung Pancasila juga terus didorong sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis komunitas.

Baca juga: Hutan Kota Jeruk Surabaya, Eri Cahyadi: Harus Jadi Penggerak Ekonomi Warga!

“Program ini mengintegrasikan potensi sejarah, budaya, nilai kebangsaan, serta kreativitas masyarakat sehingga kampung tidak hanya menjadi ruang sosial, tetapi juga dapat berkembang sebagai destinasi wisata dan pusat aktivitas ekonomi lokal,” terangnya.

Pemkot Surabaya optimistis, melalui sinergi antara pemerintah, dunia usaha, komunitas, dan masyarakat, pertumbuhan ekonomi kota dapat terus terjaga secara inklusif dan berkelanjutan sekaligus memberikan manfaat nyata bagi kesejahteraan warga.

“Melalui berbagai langkah tersebut, kami berharap ekosistem ekonomi kota semakin berkembang, membuka peluang usaha baru, serta memperluas kesempatan kerja bagi masyarakat Surabaya,” ucap Irvan.{*}

| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Rofiq Kurdi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer