Banyuwangi Siapkan 48 Masjid Ramah Pemudik, Terbanyak di Jatim!

Reporter : Andriansyah  |   Selasa, 17 Mar 2026 19:40 WIB
RAMAH PEMUDIK: Bupati Ipuk meresmikan Masjid Ramah Pemudik di Masjid Al Huda, Kecamatan Kalipuro. | Foto: Humas BWI

BANYUWANGI | Barometer Jatim – Pemkab Banyuwangi bersama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) menyiapkan 48 masjid di berbagai titik lokasi, untuk memudahkan pemudik selama arus mudik dan balik Hari Raya Idul Fitri.

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani menuturkan dengan adanya masjid ramah pemudik atau musafir, dapat memberikan kenyamanan terhadap pemudik yang melintasi jalan setelah menempuh perjalanan jauh. 

Baca juga: Hormati Nyepi, Eri Cahyadi Imbau Takbiran di Sekitar Pura Tanpa Pengeras Suara!

“Pemudik bisa singgah shalat dan beristirahat sejenak,” katanya didampingi Kepala Kemenag Banyuwangi, Chaeroni Hidayat saat meresmikan Masjid Ramah Pemudik di Masjid Al Huda, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Selasa (17/3/2026). 

Turut hadir Ketua Baznas Banyuwangi, Dwiyanto dan Ketua Dewan Masjid Indonesia (DMI), Fathur Rohman yang memberi dukungan program ini.

Puluhan masjid ramah pemudik Banyuwangi tersebut tersebar di jalur utara, tengah, dan selatan serta dekat lokasi wisata. Sebanyak 13 masjid di antaranya berada di jalur utama dari Kecamatan Wongsorejo hingga Kecamatan Kalibaru. 

Dalam program ini, masjid yang terlibat akan membuka akses selama 24 jam dan menyediakan berbagai fasilitas bagi pemudik. 

Layanan yang disiapkan antara lain area istirahat, tempat ibadah, fasilitas toilet yang bersih, air bersih, serta pengamanan di lingkungan masjid dan area parkir.

Baca juga: Posko Mudik PKS Jatim Manjakan Pemudik, Bisa Ngopi hingga Pijat Gratis!

Selain itu, tersedia pula ruang layanan kesehatan, fasilitas pijat gratis di spot tertentu, serta penyediaan air minum dan makanan ringan. Fasilitas tersebut diharapkan membantu pemudik yang membutuhkan tempat beristirahat selama perjalanan jarak jauh.

Menurut Ipuk, program ini sejatinya implementasi dari apa yang diajarkan Nabi Muhammad Saw. Masjid memiliki fungsi pelayanan sosial yang harus dirasakan langsung oleh masyarakat. Masjid tidak hanya digunakan untuk ibadah rutin, tetapi juga memberikan manfaat yang lebih luas.

“Masjid memang center. Sebagaimana yang sudah dicontohkan Rasulullah Saw, masjid tidak hanya digunakan untuk shalat lima waktu namun juga untuk berdiskusi dengan para sahabat, berkonsultasi, dan pelayanan kepada masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu Kepala Kemenag Banyuwangi, Chaeroni Hidayat mengatakan 48 masjid ramah pemudik Banyuwangi tersebar di seluruh wilayah Banyuwangi. 13 masjid di antaranya berada di jalur utama dari Kecamatan Wongsorejo hingga Kecamatan Kalibaru.

Baca juga: Pemkot Surabaya Buka Penitipan Kendaraan saat Mudik, Tarif Cuma Rp 20 Ribu!

“Banyuwangi menjadi yang terbanyak di Jawa Timur dalam menyiapkan masjidnya yang ramah pemudik. Kami berterima kasih atas kolaborasi yang baik antara Pemkab, Baznas, dan DMI. Semoga masjid di Banyuwangi menjadi tempat yang aman dan nyaman bagi para pemudik setelah bepergian jauh,” katanya.{*}

| Baca berita Banyuwangi. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer