HJKS ke-733, Armuji Beber Capaian Hebat Pemkot Surabaya di Berbagai Sektor

Reporter : Andriansyah  |   Minggu, 31 Mei 2026 21:07 WIB
HJKS ke-733: Armuji potong tumpeng saat peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733. | Foto: Pemkot Surabaya

SURABAYA | Barometerjatim.com – Pelaksana Harian Wali Kota Surabaya, Armuji memaparkan sejumlah indikator pembangunan yang berhasil dicapai Surabaya saat upacara Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733 di Halaman Balai Kota, Minggu (31/5/2026). 

Di sektor kesehatan, Pemkot Surabaya terus memperkuat layanan kesehatan melalui tiga rumah sakit umum daerah, program satu RW satu tenaga kesehatan, satu ambulans satu Puskesmas, integrasi layanan primer di 153 kelurahan, hingga 2.191 Posyandu Keluarga. 

Baca juga: Pemkot Surabaya Raih WTP 14 Kali Beruntun, Armuji: Tetap Jaga Integritas!

"Upaya ini membawa Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Surabaya mencapai 85,65%, sebagai yang tertinggi di Provinsi Jawa Timur," terangnya.

Selain itu, prevalensi stunting di Surabaya juga terus mengalami penurunan. "Hingga 2025, prevalensi stunting kita telah mencapai 0,59%," ungkap Armuji.

Pada sektor pendidikan, lanjutnya, Pemkot Surabaya terus memperluas akses pendidikan 13 tahun bagi seluruh anak tanpa terkendala kondisi ekonomi keluarga. 

Pemkot Surabaya juga memperkuat program beasiswa bagi pelajar dan mahasiswa, serta pendidikan inklusif bagi anak difabel melalui empat Rumah Anak Prestasi (RAP). Lalu pemberian beasiswa pemuda tangguh kepada 16.801 siswa SMA, SMK, MA, serta 5.874 mahasiswa.

"Ke depan, kita memfokuskan pada pemberian akses pendidikan yang tinggi bagi anak keluarga miskin, agar pendidikan menjadi senjata untuk mengubah kesejahteraan keluarga menjadi yang lebih baik," katanya.

MERIAH: Pergelaran tari dalam upacara peringatan Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-733. | Foto: Pemkot Surabaya

Armuji juga memaparkan kondisi ekonomi Surabaya yang tetap tumbuh di tengah berbagai tantangan global, mulai dari konflik geopolitik, perang dagang, hingga perubahan kebijakan ekonomi dunia. 

Menurutnya, perekonomian Surabaya pada 2025 tumbuh 5,87 persen dengan nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) mencapai Rp 830,54 triliun.

"Capaian ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi Kota Surabaya bergerak positif dan Surabaya tetap menjadi salah satu motor penggerak perekonomian Jawa Timur," paparnya.

Ketahanan ekonomi tersebut juga ditopang oleh inflasi yang tetap terkendali. Sepanjang 2025, inflasi Surabaya tercatat 2,96%. Di sisi lain, angka kemiskinan juga terus menurun menjadi 3,56% pada 2025, lebih rendah dibanding 2024 sebesar 3,96%.

"Ini menjadi bukti bahwa pertumbuhan ekonomi Surabaya tidak hanya diarahkan untuk menciptakan angka, tetapi juga harus dirasakan manfaatnya oleh masyarakat," terangnya.

Baca juga: Kecamatan di Surabaya Luncurkan Gratis Belajar Bahasa Inggris, Kuota Diserbu Habis!

Karena itu, Armuji memastikan Pemkot Surabaya akan terus memperkuat ekonomi kerakyatan melalui pembukaan lapangan kerja, pendampingan UMKM, pengendalian harga kebutuhan pokok, serta pembangunan yang inklusif. 

"Kita ingin Surabaya tetap tumbuh tapi juga adil. Ekonominya bergerak tetapi warganya tidak tertinggal," tegasnya.

Perkuat Pengelolaan Sampah

Berikutnya di bidang lingkungan, Pemkot terus memperkuat pengelolaan sampah melalui TPS 3R, rumah kompos, dan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa). Pengelolaan sampah berbasis masyarakat saat ini mampu mengolah 168,62 ton sampah per hari.

"Sementara itu pengelolaan sampah melalui pembangkit tenaga listrik mampu kelola sampai dengan 1.600 ton per hari, dan menghasilkan total kapasitas energi hingga 11 megawatt per hari," paparnya.

Pada sektor infrastruktur, Pemkot melakukan pembangunan dan pemeliharaan saluran drainase sepanjang lebih dari 273,03 kilometer yang tersebar di 2.535 lokasi serta membangun tujuh rumah pompa baru sepanjang 2025. 

Baca juga: Tiga Rumah Pompa Baru Perkuat Ikhtiar Surabaya Menuju Kota Bebas Banjir

"Dampaknya bisa dilihat berkurangnya 295 lokasi titik banjir," jelas Armuji.

Selain pengendalian banjir, program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (Rutilahu) telah menjangkau 11.294 unit. Hingga 2025, Penerangan Jalan Umum (PJU) juga telah terpasang di 123.366 lokasi.

"Kita juga terus memperkuat kampung sebagai pusat peradaban kota. Melalui Kampung Pancasila, Balai RW, para Kader Surabaya Hebat, dan gerakan gotong-royong warga, Surabaya ingin memastikan tidak ada saudara kita yang tertinggal dalam pendidikan, kesehatan, pekerjaan, maupun kesejahteraan," ucapnya.

Meski demikian, Armuji mengakui berbagai program pembangunan yang dijalankan Pemkot belum sepenuhnya mampu memenuhi seluruh harapan masyarakat. Karena itu, dia menyampaikan permohonan maaf sekaligus menegaskan komitmen Pemkot untuk terus membuka ruang partisipasi publik.{*}

| Baca berita HJKS. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer