Sasar Pemilih Pemula, Bawaslu Sidoarjo Masuk Sekolah Lewat MPLS
SIDOARJO | Barometerjatim.com – Siapkan pemilih pemula berintegritas, Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Sidoarjo menggelar program “Bawaslu Goes To School” lewat Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di enam SMA dan SMK, Rabu (15/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Bawaslu menggandeng enam Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) wilayah Surabaya-Sidoarjo, yakni di SMAN 1 Sidoarjo, SMAN 2 Sidoarjo, SMAN 3 Sidoarjo, SMAN 4 Sidoarjo, SMKN 1 Sidoarjo, dan SMKN 1 Buduran.
Baca juga: Hari Pertama MPLS di Surabaya, Tak Ada Ruang Bagi Senioritas Negatif!
Ketua Bawaslu Sidoarjo, Agung Nugraha mengatakan sekolah merupakan ruang strategis untuk menanamkan nilai-nilai demokrasi kepada generasi muda. Menurutnya, peserta didik baru saat ini merupakan bagian dari calon pemilih yang akan menentukan kualitas demokrasi Indonesia pada masa mendatang.
"Sebagian besar peserta MPLS hari ini merupakan calon pemilih pemula. Dalam beberapa tahun ke depan mereka akan menggunakan hak pilihnya untuk pertama kali," ujarnya.
Karena itu, lanjut Agung, mereka perlu memahami bagaimana sistem Pemilu berjalan, bagaimana tahapan penyelenggaraannya, serta mengapa integritas dan partisipasi masyarakat menjadi kunci terwujudnya Pemilu yang demokratis.
Menurut Agung, pendidikan kepemiluan tidak hanya bertujuan meningkatkan partisipasi memilih, tapi juga membentuk karakter generasi muda agar mampu bersikap kritis terhadap berbagai informasi.
Baca juga: MPLS Surabaya Dimulai Besok 13 Juli, Dindik Jamin Tak Ada Perpeloncoan!
"Termasuk menolak praktik politik uang, ujaran kebencian, penyebaran disinformasi, maupun hal-hal lain yang dapat merusak kualitas demokrasi," jelasnya.
Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat Bawaslu Sidoarjo, Agisma D Fastari menambahkan kegiatan ini bagian dari strategi pencegahan dan pengembangan pengawasan partisipatif Bawaslu melalui pendidikan politik kepada masyarakat sejak usia sekolah.
"Pemilih pemula memiliki karakter yang aktif, kritis, dan dekat dengan teknologi informasi. Potensi tersebut harus diarahkan menjadi kekuatan positif bagi demokrasi,” kata Agisma.
Baca juga: Marak Guru Dipolisikan, Eri Cahyadi: Orang Tua Jangan Buru-buru Lapor!
“Kami ingin mereka tidak hanya menjadi pemilih yang menggunakan hak pilihnya, tetapi juga menjadi agen pengawasan partisipatif yang berani menyampaikan informasi apabila menemukan dugaan pelanggaran pemilu di lingkungannya," sambungnya.{*}
| Baca berita Pemilu. Baca tulisan terukur Syaikhul Hadi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur