Dampak Positif BEC, KAI Layani 12 Ribu Penumpang Tujuan Banyuwangi!

Reporter : Andriansyah  |   Senin, 20 Jul 2026 15:30 WIB
LAYANAN KA: Penumpang berangkat dan datang gunakan layanan kereta api di wilayah Daop 9. | Foto: Humas BWI

BANYUWANGI | Barometerjatim.com – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 9 Jember mencatat, mobilitas masyarakat selama periode libur akhir pekan bertepatan dengan penyelenggaraan Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) cukup tinggi.

Manajer Hukum dan Humas PT KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro menuturkan, pada periode 17-19 Juli total penumpang yang berangkat maupun datang menggunakan layanan kereta api di wilayah Daop 9 Jember mencapai 47.797 penumpang.

Baca juga: UMKM Banyuwangi Ketiban Berkah BEC dan SCF, 4 Hari Catat Transaksi Rp 1,22 M!

"Banyuwangi menjadi salah satu tujuan utama perjalanan masyarakat pada periode tersebut. Tercatat 12.527 penumpang tiba di berbagai stasiun di Banyuwangi, sementara 12.047 penumpang berangkat dari wilayah tersebut," katanya, Minggu (19/7/2026).

Dengan demikian, tandas Cahyo, total mobilitas penumpang yang datang dan berangkat di Banyuwangi mencapai 24.574 penumpang selama tiga hari. Jumlah ini berkontribusi lebih dari 50 persen dari total penumpang di Daop 9 Jember," terangnya.

Menurut Cahyo, meningkatnya jumlah pelanggan pada periode tersebut tidak terlepas dari adanya berbagai agenda pariwisata yang berlangsung di Banyuwangi, salah satunya BEC yang setiap tahunnya menjadi daya tarik wisatawan dari berbagai daerah.

"Momentum penyelenggaraan BEC memberikan dampak positif terhadap peningkatan mobilitas masyarakat,” ucap Cahyo.

Kereta api, disebutnya menjadi pilihan transportasi yang nyaman, aman, tepat waktu, dan bebas dari kemacetan sehingga banyak pelanggan memilih menggunakan layanan KAI untuk menuju Banyuwangi maupun kembali ke daerah asalnya.

Baca juga: Khofifah Terpukau Suara Siswi SR Bawakan Lagu Osing, Undang Tampil di Grahadi!

Setiap tahunnya BEC selalu menarik antusiasme ribuan wisatawan dan warga lokal. Tahun ini parade busana etnik kontemporer itu menyuguhkan parade spektakuler kostum etnik dengan tema "Perang Bayu".

Sebuah kisah heroik warga Banyuwangi melawan penjajahan Belanda di abad ke-18 dan menjadi sejarah berdirinya Banyuwangi. 

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani menyatakan bahwa salah satu tujuan digelarnya event adalah menarik orang untuk mengunjungi Banyuwangi. Datangnya orang ke Banyuwangi, berdampak ganda pada banyak sektor. 

Baca juga: Menkes Apresiasi Oasis Wangi: Kita Perlu Kepala Daerah seperti Bupati Ipuk!

"Inilah maksud kami menggelar event, akan berdampak pada pergerakan ekonomi daerah. Orang berwisata akan spending pada homestay, berkuliner, hingga membeli oleh-oleh. Penginapan di wilayah kota semua penuh, jualan pedagang juga omsetnya naik," ujarnya.{*}

| Baca berita Banyuwangi. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer