2 SDN Terpencil di Sidoarjo Belum Tersentuh MBG, Mimik Pastikan Akhir Juli Beres!

Reporter : Syaikhul Hadi  |   Selasa, 21 Jul 2026 05:12 WIB
SEGERA TERJANGKAU MBG: Wabup Mimik, pastikan MBG segera jangkau SDN dan TK di Jabon. | Foto: Pemkab Sidoarjo

SIDOARJO | Barometerjatim.com – Tak hanya kondisi bangunan dan ruang kelas yang bikin mengelus dada alias memprihatinkan, SDN Kupang 3 dan SDN Kupang 4 di Kecamatan Jabon, Kabupaten Sidoarjo, juga belum tersentuh program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu didapati Wakil Bupati (Wabup) Sidoarjo, Mimik Idayana saat melakukan peninjauan di kedua SDN tersebut, Senin (20/7/2026).

Baca juga: Di Sidoarjo Berujung Sengketa, Sistem Parkir PT ISS Justru Diminati Daerah Lain!

Dia pun memastikan program MBG segera menjangkau SDN Kupang 3, SDN Kupang 4, dan TK di kawasan tersebut.

Menurut Mimik, selama ini para siswa belum menerima manfaat MBG lantaran pembangunan dapur pelayanan belum selesai dan lokasi distribusi dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) masih cukup jauh.

PEDULI: Wabup Mimik serahkan bantuan kepada para guru dan siswa. | Foto: Pemkab Sidoarjo

"Sudah kami koordinasikan. Insyaallah akhir bulan ini MBG mulai disalurkan,  sehingga anak-anak di wilayah ini dapat segera merasakan manfaatnya," ungkapnya.

Baca juga: Kondisi 2 SDN Terpencil di Sidoarjo Bikin Elus Dada, Mimik: Tidak Bisa Dibiarkan!

Sebagai wujud kepedulian, Mimik menyerahkan bantuan kepada para guru dan siswa, serta menegaskan komitmen Pemkab Sidoarjo untuk terus meningkatkan kualitas layanan pendidikan hingga ke wilayah terpencil.

Sementara itu Ketua Komisi D DPRD Sidoarjo, Dhamroni Chudlori meminta agar wilayah Kupang, Kecamatan Jabon juga menjadi prioritas program MBG serta mendapat perhatian dalam perbaikan akses jalan menuju sekolah.

Tak hanya soal MBG, Dhamroni mendorong peningkatan kesejahteraan guru di daerah terpencil melalui usulan tambahan insentif dan tunjangan transportasi pada APBD 2027.

Baca juga: Ditagih Dishub Sidoarjo soal Setoran Parkir Rp 14,8 M, Begini Jawaban PT ISS!

"Guru di wilayah terpencil masih menanggung sendiri biaya transportasi. Karena itu, kami mengusulkan adanya tunjangan khusus yang didukung regulasi daerah,” katanya.{*}

| Baca berita Pemkab Sidoarjo. Baca tulisan terukur Syaikhul Hadi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer