Dinkes Ungkap 2.128 ODHIV di Sidoarjo Hilang dari Pantauan, 1.814 Meninggal!
SIDOARJO | Barometerjatim.com – Dinas Kabupaten (Dinkes) Kabupaten Sidoarjo mencatat sebanyak 2.128 pasien ODHIV (Orang dengan HIV/Human Immunodeficiency Virus) hilang dari pantauan atau lost to follow-up (LFU). Sedangkan 1.814 lainnya meninggal dunia.
"7.230-1.814 (pasien meninggal dunia) = 5.416 pasien. Total LFU 2.128 (pasien)," ungkap Kepala Dinkes Sidoarjo, dr Lakhsmie Herawati Yuwantina, Rabu (5/8/2026).
Baca juga: DPRD Sidoarjo Respons Perbedaan Angka HIV Kalangan Pelajar Milik Dinkes dan DCC
Secara kumulatif, paparnya, HIV di Sidoarjo sebanyak 7.230 kasus sejak 2001 hingga Juni 2026. Dari jumlah tersebut, 1.814 pasien meninggal dunia, sedangkan lainnya berstatus LFU.
Lalu dari total 2.128 LFU, Lakhsmie merinci sebanyak 737 orang berdomisili di luar Sidoarjo, 52 menolak melanjutkan pengobatan, dan 310 tidak berhasil ditemukan meski telah dilakukan penelusuran.
1.029 sisanya? "Rujukan masuk dan rujukan keluar, ini yang tidak bisa dipastikan," ucapnya.
Tingkatkan Edukasi
Lantas, bagaimana dengan sisa jumlah pasien (selain meninggal dan LFU) sebanyak 3.288 pasien, apakah masuk dalam kategori sedang ditangani Dinkes?
"Saran saya tidak perlu terlalu dihitung seperti matematika. Sebagai awareness saja, yang penting edukasi pada masyarakat harus terus ditingkatkan," ujar Lakshmie. "STOP: Suluh, Temukan, Obati, Pertahankan," tambahnya.
Baca juga: HIV di Sidoarjo Capai 7.230 Kasus, PCNU Prihatin: Jangan Biarkan Rusak Generasi!
Meski pasien berstatus LFU mencapai 2.128, Lakhsmie menegaskan Dinkes Sidoarjo tetap melakukan berbagai upaya. Di antaranya melanjutkan sosialisasi HIV/AIDS dan IMS (Infeksi Menular Seksual) kepada seluruh masyarakat untuk menurunkan stigma dan diskriminasi.
“Memperkuat monitoring dan meningkatkan kapasitas tenaga kesehatan, bekerja sama dengan komunitas/LSM HIV dalam penjangkauan populasi berisiko dan pendampingan bagi ODHIV,” sambungnya.
Lalu melanjutkan kegiatan penelusuran ODHIV hilang/mangkir pengobatan, bekerja sama dengan Puskesmas dan LSM/Komunitas HIV.
Berikutnya melakukan koordinasi untuk kecukupan logistik ARV dan Non ARV dengan pusat dan Provinsi Jatim, pemantauan data dan pelaporan fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes), serta supervisi dan pendampingan Fasyankes.
Baca juga: Waduh! Penderita HIV di Sidoarjo Bertambah, Terungkap Ada 316 Kasus Baru
“Kemudian memperkuat koordinasi dengan lintas OPD, dalam upaya penanggulangan HIV mulai dari promotif preventif sampai dengan kuratif,” kata Lakhsmie.{*}
| Baca berita HIV Sidoarjo. Baca tulisan terukur Syaikhul Hadi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur