Dikbud Sidoarjo: Seluruh Sekolah Terdampak Keracunan Masih Mau Terima MBG!
SIDOARJO | Barometerjatim.com – Kepala Bidang Mutu Pendidikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sidoarjo, Lilik Sulistyowati memastikan seluruh sekolah yang terdampak keracunan masih mau menerima Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kepastian itu didapat, setelah Dikbud mengundang seluruh sekolah terdampak, termasuk pemilik, pengawas, kemudian perwakilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Kalitengah Tanggulangin.
Baca juga: Kondisi SPPG Kalitengah Disorot Usai Keracunan MBG: Ompreng Dicuci di Atas Got!
“Kami undang di Dikbud untuk melaksanakan rapat koordinasi dan evaluasi, serta menyampaikan kepada semua sekolah apakah masih bersedia untuk menerima MBG,” kata Lilik saat hearing dengan Komisi B dan D DPRD Sidoarjo, Kamis (3/9/2026).
Jadi, tandasnya, Dikbud memastikan dan memberikan motivasi karena MBG memang program bagus dari pemerintah. Selain itu, ada kejadian keracunan yang semua orang tidak menginginkannya.
“Mungkin nanti ada evaluasi-evaluasi dalam hal teknis untuk SPPG, tetapi kami senantiasa memotivasi dan akhirnya di rapat tersebut semua sekolah yang terdampak masih bersedia untuk menerima MBG. Adapun nanti SPPG yang ditunjuk itu yang mana kita masih menunggu,” ujarnya.
SPPG Kalitengah Disetop
Sebelumnya, Wakil Koordinator Badan Gizi Nasional (BGN) Regional Jawa Timur, Teguh Bayu Wibowo menyatakan SPPG Kalitengah yang kini di-suspend atau dihentikan sementara operasionalnya menyuplai 19 sekolah.
Baca juga: Tak Hanya Santri, Orang Tua Siswa di Sidoarjo juga Ikut Keracunan MBG!
"Jadi di Ponpes (Mambaul Hikam) itu ada dua sekolah ya, terus sisanya ada sekolah-sekolah lain, TK. Itu swasta semua," katanya.
Dari total produksi SPPG Kalitengah sekitar 2.800 porsi per hari, lanjut Teguh, sebanyak 1.000 porsi di antaranya disalurkan ke Ponpes Manbaul Hikam.
BGN juga akan melakukan investigasi lebih lanjut untuk menentukan, apakah status suspend SPPG Kalitengah masuk kategori ringan atau berat.
"Memang dari Dinas Kesehatan sudah ada sertifikat laik dan lain-lain. Tapi kan juga mungkin ada dari makanan, ada mungkin dari operasional, kita tidak tahu," ujarnya.
Baca juga: Legislator Turun Tangan, Nenek di Sidoarjo Akhirnya Terima Jadup dari Baznas!
Hingga kini, ucap Teguh, BGN masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk mengetahui penyebab keracunan.{*}
| Baca berita Keracunan MBG. Baca tulisan terukur Syaikhul Hadi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur