Kemiskinan di Tuban Turun 1,21 Persen, Tertinggi Kedua di Jawa Timur!

Reporter : Hamim Anwar  |   Selasa, 20 Okt 2026 16:26 WIB
KEMISKINAN: Bupati Aditya Halindra Faridzky, Pemkab Tuban terus berupaya perkuat pengentasan kemiskinan. | Foto: IST

TUBAN | Barometerjatim.com – Upaya Pemkab Tuban dalam mengentas kemiskinan menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tuban, persentase penduduk miskin pada Maret 2026 turun menjadi 12,92 persen dari sebelumnya 14,13 persen pada Maret 2025. Penurunan 1,21 persen ini terbesar kedua di Jatim setelah Kabupaten Sampang.

Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo-SP) Tuban, Arif Handoyo menuturkan capaian tersebut menjadi dorongan bagi Pemkab Tuban untuk terus memperkuat kebijakan dan program penanggulangan kemiskinan.

Baca juga: Konfercab XII Fatayat NU Tuban, Pembina Wanti-wanti Jangan Dikotori Politik Uang!

“Upaya ini dilakukan melalui strategi terpadu yang berfokus pada pengurangan beban pengeluaran masyarakat, peningkatan pendapatan, serta pengurangan wilayah kantong kemiskinan,” katanya, Selasa (20/10/2026).

Selain itu, tandas Arif, tren penurunan angka kemiskinan menjadi salah satu indikator perkembangan pembangunan daerah. Meski demikian, capaian tersebut perlu diikuti dengan upaya berkelanjutan agar semakin banyak masyarakat yang merasakan manfaat pembangunan.

Karena itu Bupati Tuban Aditya Halindra Faridzky, kata Arif, menekankan bahwa penurunan angka kemiskinan ini menjadi dorongan bagi Pemkab Tuban untuk terus memperkuat langkah-langkah penanggulangan kemiskinan. 

“Fokusnya tidak hanya menurunkan angka statistik, tetapi juga memastikan masyarakat memiliki akses terhadap kebutuhan dasar, kesempatan meningkatkan pendapatan, dan peluang untuk memperbaiki kesejahteraan,” ucapnya.

TURUN: Kemiskinan Tuban Maret 2026 jadi 12,92 persen dari sebelumnya 14,13 persen, turun 1,21 persen. | Sumber: BPS Tuban

Berdasarkan data BPS, jumlah penduduk miskin di Tuban pada Maret 2026 tercatat sebanyak 154,83 ribu jiwa. Angka tersebut berkurang 14,03 ribu jiwa atau sekitar 8,31 persen dibandingkan Maret 2025 yang mencapai 168,86 ribu jiwa.

Di sisi lain, perekonomian Tuban juga menunjukkan pertumbuhan. Pada semester pertama 2026, laju pertumbuhan ekonomi tercatat 6,47 persen, meningkat dibandingkan periode yang sama pada 2025 sebesar 4,53 persen. 

Pertumbuhan ekonomi tersebut menjadi salah satu aspek penting yang perlu dioptimalkan agar mampu memperluas kesempatan kerja, mendorong aktivitas usaha, dan meningkatkan pendapatan masyarakat.

Baca juga: Komedi Desil: Saat Dargombes Dilarang Miskin, Investor Asing Pilih Angkat Kaki!

Sementara itu Kepala Bapperida Tuban, Abdul Rakhmat menuturkan tren penurunan ini juga terlihat dalam rentang lima tahun terakhir. Pada 2021, persentase penduduk miskin tercatat 16,31 persen atau 192,58 ribu jiwa. Angka tersebut terus menurun hingga mencapai 12,92 persen atau 154,83 ribu jiwa pada 2026.

Lebih lanjut, tren penurunan kemiskinan di Tuban tidak hanya dari sisi jumlah dan persentase. Pada dimensi tingkat kedalaman dan keparahan kemiskinan juga turun cukup signifikan. 

Indeks kedalaman kemiskinan pada Maret 2026 tercatat sebesar 0,64. Angka ini lebih rendah dibandingkan Jatim sebesar 1,21. Nilai tersebut menempatkan Tuban pada peringkat ke-16 terendah di Jawa Timur.

Indeks kedalaman kemiskinan yang turun sebesar 1,25 poin dari tahun sebelumnya, merupakan yang terbesar di Jatim, yang menunjukkan semakin berkurangnya kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan. 

Selain itu, indeks keparahan kemiskinan Tuban tercatat 0,11 poin sedangkan Jatim sebesar 0,24 poin. Dengan nilai tersebut, Tuban menempati peringkat ke-17 terendah di Jatim. 

Baca juga: Khofifah Beber Keberhasilan Nawa Bhakti Satya di Hari Jadi ke-81 Jatim, Apa Saja?

Indeks keparahan kemiskinan Tuban turun sebesar 0,31 poin, dari yang semula 0,42 menjadi 0,11. Penurunan ini merupakan yang terbesar di Jatim, menunjukkan berkurangnya ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin di Tuban. 

Pemkab Tuban pun terus berkomitmen agar pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan pemerataan kesejahteraan. Karena itu, upaya pengentasan kemiskinan perlu dilakukan secara terarah, dengan memperhatikan kebutuhan masyarakat serta kondisi wilayah yang masih menjadi kantong kemiskinan.{adv}

| Baca berita Kemiskinan. Baca tulisan terukur Hamim Anwar | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer