Eri Cahyadi Berapi-api di Parade Juang: Selagi Ada Kemiskinan, Kita Belum Merdeka!
SURABAYA | Barometerjatim.com – Rangkaian peringatan Hari Pahlawan tahun ini dibuka melalui pertunjukan teatrikal kolosal bertajuk “Suroboyo Wani” yang menyedot perhatian sekitar 170 ribu penonton di kawasan Tugu Pahlawan, Surabaya, Minggu (1/11/2026).
Acara yang kaya nilai sejarah ini dikemas melalui perpaduan seni peran, musik, dan napak tilas perjuangan arek-arek Suroboyo dalam mempertahankan kemerdekaan.
Baca juga: Pemkot Surabaya Kebut Proyek 5 Rumah Pompa Baru, Target Beroperasi 1 Desember!
Pertunjukan dibuka dengan aksi teatrikal permainan bola oleh Soegiharto yang diperankan seorang aktor asal Surabaya Juang bersama kawan-kawan.
Suasana riang mendadak berubah mencekam saat sirene meraung, menandai datangnya utusan pemuda yang membawa kabar ultimatum sekutu.
Musik pengiring pun bertransformasi menjadi genderang perjuangan yang membakar semangat. Para pemain secara simbolis berganti atribut menjadi pejuang berbekal bambu runcing, lalu membentuk barisan Laskar Rakyat Kapasan.
Cerita berlanjut dengan seruan pertempuran yang digelorakan Kolonel Sungkono kepada arek-arek Suroboyo. Soegiharto menukar sepatunya dengan senjata dan bergabung bersama laskar tiba di markas Badan Keamanan Rakyat (BKR), disambut langsung oleh Kolonel Sungkono.
Di hadapan barisan, Kolonel Sungkono melangkah menghampiri sosok Ibu Pertiwi yang dikelilingi Laskar Putri serta ibu-ibu dapur umum, lalu bersimpuh memohon doa restu demi keselamatan para pejuang.
Rangkaian pembuka semakin khidmat saat Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi memimpin langsung lantunan lagu kebangsaan Indonesia Raya.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan bendera merah putih dari perwakilan Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) kepada Eri yang memerankan sosok Kolonel Sungkono, untuk kemudian diserahkan kepada Paskibraka Surabaya sebagai tanda pemberangkatan Parade Juang 2026.
Dalam sambutannya di hadapan ratusan ribu penonton, Eri mengorbankan semangat juang dengan meneriakkan pekik kemerdekaan. Dia mengingatkan kembali sejarah heroik 10 November, saat arek-arek Suroboyo berhasil memukul mundur sekutu dan menewaskan Brigadir Jenderal Mallaby.
Baca juga: Berdiri di Lahan Pemkot Surabaya, 35 Bangunan PKL Embong Blimbing Dibongkar!
“Merdeka! Arek-arek Suroboyo, hari ini kita memperingati tanggal 10 November. Bagaimana arek-arek Suroboyo memukul mundur sekutu dan menewaskan Mallaby. Maka perjuangan arek-arek Suroboyo jangan pernah kita lupakan," ujarnya.
Eri menegaskan, perjuangan bangsa Indonesia belum sepenuhnya selesai. Tantangan hari ini bukan lagi melawan penjajah bersenjata, melainkan memerangi kemiskinan, kebodohan, dan perpecahan.
Dia juga berpesan agar seluruh elemen masyarakat, Pemkot Surabaya, Forkopimda, dan para pemangku kepentingan bersatu padu tanpa mementingkan ego sektoral demi mewujudkan kesejahteraan bersama.
Terkait tema Suroboyo Wani yang dipilih tahun ini, Eri menjelaskan ada makna mendalam yang ingin disampaikan. Dia meminta warga berani mengambil peran sebagai pahlawan di masa kini, baik sebagai pahlawan lingkungan, pahlawan kemanusiaan, maupun pahlawan sosial.
Baca juga: Armada Wira Wiri Bertambah, DPRD Surabaya Dorong Jangkau Lebih Banyak Kawasan
"Surabaya warganya luar biasa. Harapan kita, bagaimana semua bisa jadi pahlawan. Dikarenakan kita arek Suroboyo, dilahirkan punya jiwa pahlawan,” kata Eri.
“Jadi masyarakat, ayo kita bersama menjadi pahlawan untuk mengentaskan kemiskinan, mengentaskan anak putus sekolah, dan menjaga lingkungan," sambungnya.
Melalui momentum ini, tambah Eri, nilai-nilai Pancasila diharapkan tidak sekadar menjadi slogan saja, melainkan benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari guna menciptakan kesejahteraan masyarakat yang merata.{*}
| Baca berita Parade Surabaya Juang. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur