Armada Wira Wiri Bertambah, DPRD Surabaya Dorong Jangkau Lebih Banyak Kawasan
SURABAYA | Barometerjatim.com – Ketua Komisi C DPRD Surabaya, Eri Irawan mengapresiasi penambahan armada feeder Wira Wiri Suroboyo rute Terminal Intermoda Joyoboyo (TIJ)-Lakarsantri.
“Penguatan layanan tersebut diharapkan menjadi langkah awal untuk memperluas jangkauan transportasi publik, bukan berhenti pada satu rute saja,” katanya, Selasa (27/10/2026).
Menurut Eri, pengembangan Wira Wiri masih akan berlanjut melalui penambahan rute dan peningkatan kapasitas armada. Sejumlah rencana layanan tengah dikaji bersama, tentu saja dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan kemampuan anggaran daerah.
November tahun ini, akan dibuka rute Rumah Sakit (RS) Eka Candrarini ke RSUD dr Mohamad Soewandhie RS Soewandhie. Lalu ada upgrade dari TIJ Lakarsantri menjadi minibus.
“Terus nanti tahun depan satu rute lagi. Tapi kita masih mencoba kalkulasi apakah memungkinkan ditambah satu rute lagi,” ucapnya.
Apabila perhitungan anggaran memungkinkan, tandas Eri, pada 2027 terdapat peluang penambahan dua rute. Rencana tersebut akan diupayakan melalui optimalisasi anggaran Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) tanpa mengurangi pelayanan di sektor lain.
“Kita mengoptimalkan anggaran BLUD yang rencananya tahun depan Rp 783 miliar itu bisa dapat dua rute ya, tentu dengan tidak mengurangi layanan di sektor lain di dalam BLUD,” jelasnya.
Selain membuka peluang rute baru, lanjut Eri, DPRD Surabaya juga mendorong peningkatan kapasitas armada pada jalur yang memiliki tingkat keterisian penumpang tinggi.
Salah satu yang menjadi perhatian yakni rute Kenpark-Purabaya, yang dinilai membutuhkan armada lebih besar untuk menunjang kebutuhan perjalanan masyarakat.
“Purabaya-Kenpark itu tinggi. Ini rencananya tahun depan juga kita sedang kalkulasi untuk di-upgrade ke minibus,” katanya.
Menurut legislator asal PDIP tersebut, peningkatan kapasitas armada perlu mempertimbangkan jumlah penumpang dan jarak tempuh perjalanan.
Rute Kenpark-Purabaya, dinilai layak dikaji untuk menggunakan minibus agar pelayanan dan kenyamanan penumpang semakin baik.
“Kenpark Purabaya kan sebelumnya lewat tol. Kemudian awal tahun sempat satu dua bulan itu enggak lewat tol, terus kemudian masuk tol lagi setelah kita atur ulang anggaranya,” kata Eri.
“Sekarang kita harapkan bisa upgrade ke minibus, karena situ load factor-nya cukup tinggi. Untuk kenyamanan penumpang juga karena jaraknya lumayan jauh,” ujarnya.
Selain itu, pengembangan feeder juga diarahkan untuk memperkuat keterhubungan layanan Wira Wiri dengan Trans Jatim.
Pembahasan mengenai integrasi tersebut tengah dikonsolidasikan bersama Dinas Perhubungan (Dishub) Jatim, termasuk penyediaan angkutan pengumpan dari kawasan rumah susun menuju pusat kota.
Meski demikian, integrasi layanan tersebut masih membutuhkan kesepakatan terkait akses masuk Trans Jatim ke kawasan TIJ. Persoalan teknis ini menjadi salah satu hal yang masih dibahas agar keterhubungan antarmoda dapat berjalan dengan baik.{*}
| Baca berita DPRD Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur