Lamongan Produsen Padi Tertinggi di Jatim, GKG Tembus 904,93 Ribu Ton!
LAMONGAN | Barometerjatim.com – Lamongan, kabupaten yang dipimpin Bupati Yuhronur Efendi, kembali mengukuhkan sebagai salah satu daerah lumbung pangan nasional dengan menempati peringkat pertama produsen Gabah Kering Giling (GKG) tertinggi di Jawa Timur pada 2025 mencapai 904,93 ribu ton.
Capaian ini sekaligus mengantarkan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lamongan, meraih penghargaan Terbaik 1 kategori Kedaulatan Pangan (Komoditas Beras) dalam Wilwatikta Awards 2026 di Surabaya, Jumat, 30 Oktober 2026.
Baca juga: Praktisi Ruqyah Lamongan Gelar Kopdar, Bawa Misi Berbagi Ilmu dan Dakwah Sunnah!
Penghargaan diberikan sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras, inovasi, dan komitmen para pemangku kepentingan dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat UMKM, meningkatkan ketahanan pangan, serta mewujudkan kesejahteraan petani.
“Alhamdulillah, ini merupakan bentuk apresiasi sekaligus pengakuan atas komitmen dan kerja keras seluruh elemen. Mulai dari petani, kelompok tani, penyuluh pertanian, hingga seluruh perangkat daerah yang selama ini bersinergi dalam menjaga ketahanan dan kemandirian pangan,” kata Yuhronur dalam keterangannya, Senin (2/11/2026).
“Ini merupakan motivasi bagi kami untuk terus memperkuat sektor pertanian dan memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat. Bagi kami, kedaulatan pangan bukan hanya tentang ketersediaan pangan, tetapi juga tentang kesejahteraan petani dan masa depan generasi mendatang," sambungnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Lamongan, produksi padi Lamongan dalam bentuk GKG pada 2025 naik 16,57 persen (154,67 ribu ton) dari 776,29 ribu ton di 2024 menjadi 904,93 ribu ton GKG pada 2025.
Kenaikan ini juga diimbangi dengan naiknya luas tanam Lamongan sebesar 17,38 persen (22,71 ribu hektare) dari 2024 sebesar 130,67 ribu hektare menjadi 153,38 ribu hektare di 2025.
Baca juga: 184 Ribu KPM di Surabaya Terima Bantuan Beras, Ketahuan Dijual Langsung Dicoret!
Tidak hanya itu, mendapat target LTT (Luas Tambah Tanam) dari pemerintah pusat sebesar 192.373 hektare pada 2025, Lamongan berhasil melampaui target dengan capaian LTT sebesar 192.430 hektare.
Menurut Yuhronur, keberhasilan ini juga memberikan dampak positif pada kesejahteraan petani.
Dengan bertambahnya luas area tanam, maka volume produksi pangan secara langsung meningkatkan potensi kesejahteraan petani. Selain itu pemanfaatan lahan tidur dapat memberikan peluang kerja baru dan meningkatkan nilai ekonomi.
Baca juga: Korupsi Hibah PJUTS Lamongan, Terpidana 12 Tahun Minta HA dan YE juga Diadili!
“Alhamdulillah, atas capaian-capaian tersebut Lamongan dipandang mampu mendukung ketersediaan pangan bagi masyarakat,” ucap Yuhronur.{*}
| Baca berita Lamongan. Baca tulisan terukur Hamim Anwar | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur