Polemik Ketua DPAC PKB Pimpin Dewan Pendidikan Sidoarjo, DPC: Tanya yang Meng-SK!
SIDOARJO | Barometerjatim.com – Terpilihnya Kepala SMP YPM 8 Tarik, Nanang Wahyono sebagai Ketua Dewan Pendidikan Sidoarjo periode 2026-2031 memicu polemik. Pasalnya, dia juga aktif sebagai Ketua Dewan Pengurus Anak Cabang (DPAC) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kecamatan Tarik.
Bahkan Koordinator LSM CePAD (Center for Participatory Development) Indonesia, Kasmuin menyebut rangkap jabatan yang diemban Nanang terang-terangan menabrak etika.
Baca juga: Problem Sampah di Sidoarjo, Legislator Jatim Hari Yulianto Soroti BKK Rp 300 Juta!
Sebab, Dewan Pendidikan merupakan lembaga masyarakat yang independen sebagai mitra pemerintah dalam membangun pendidikan. Sehingga, independensinya bisa terganggu karena dipimpin orang yang menjadi bagian dari partai politik.
Karena itu, Kasmuin mendorong agar Nanang memilih salah satu jabatan tersebut. Tidak sepatutnya ketua Dewan Pendidikan dijabat ketua partai politik meskipun tingkat kecamatan.
“Kalau tetap pilih ketua Dewan Pendidikan, maka jabatan ketua partainya mesti dilepas dan sebaliknya,” ujarnya.
Menurut Kasmuin, aturan mengenai pembentukan dan persyaratan anggota Dewan Pendidikan mengacu pada Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan.
Berdasarkan regulasi tersebut, Dewan Pendidikan harus menjaga kemandiriannya agar fokus pada fungsi pengawasan dan peningkatan mutu pendidikan, terbebas dari kepentingan politik praktis.
DPC PKB Bersuara
Ketua Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Sidoarjo, Rizza Ali Faizin membenarkan Nanang merupakan kader partainya yang menjabat sebagai Ketua DPAC PKB Kecamatan Tarik.
"Betul, beliaunya Ketua DPAC Tarik, karena saya yang ajukan SK-nya ke DPW," ujarnya saat dikonfirmasi, Selasa, (27/10/2026).
Disinggung soal rangkap jabatan Nanang sebagai ketua Dewan Pendidikan Sidoarjo, Rizza minta agar menanyakan langsung ke pihak yang mengeluarkan SK.
"Kalau masalah Ketua Dewan Pendidikan, pean (anda) tanyakan yang meng-SK saja," pintanya.
Selain Nanang, ada Niswatin sebagai Bendahara Dewan Pendidikan Sidoarjo. Dia tercatat pernah menjabat Ketua PAC PKB Buduran, namun Rizza menyebut sudah diganti.
Baca juga: 4 Parpol Berkumpul di Kantor PDIP, Ingatkan Janji Kampanye Bupati-Wabup Sidoarjo!
"Sudah enggak masuk pengurus, ganti Bu Elok Suciati (anggota DPRD Sidoarjo)," ujar Rizza.
Apakah Niswatin masih kader PKB? Menurut Rizza, yang bersangkutan masih menjadi kader partai saat PKB dipimpin Abdillah Nasih.
"Era Nasih masuk, Eraku ora (tidak). Tapi nek (kalau) kader partai uakeh (banyak). Pean juga bisa jadi kader partai, sekarang saya lagi cari banyak kader partai, sebanyak mungkin," candanya.
Selain Nanang yang ketua partai tingkat kecamatan, anggota Dewan Pendidikan Sidoarjo juga menjadi sorotan karena diisi Joko Siswanto yang merupakan anggota Panitia Seleksi (Pansel).
Lantas, bagaimana proses penyeleksian anggota Dewan Pendidikan Sidoarjo? Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah (Sekda) Sidoarjo, Muhammad Ainur Rahman saat dikonfirmasi belum memberikan keterangan lebih lanjut.
Baca juga: Tak Terbukti Korupsi Rusunawa, Eks Kadis P2CKTR Sidoarjo Agoes Boedi Divonis Bebas!
Begitu pula dengan Ketua Panitia Seleksi Calon Anggota Dewan Pendidikan, Mukhlis, belum memberikan keterangan.
Sebelumnya, Rabu (21/10/2026), Pemkab Sidoarjo mengukuhkan 11 orang menjadi pengurus Dewan Pendidikan periode 2026-2031 di Pendopo Delta Wibawa.
Sebagai informasi, Sidoarjo memiliki 585 SD, baik negeri maupun swasta, dengan 8.531 guru dan 141.578 siswa. Sedangkan jumlah SMP sebanyak 192 baik negeri maupun swasta, dengan 4.203 guru dan 76.300 siswa.
Untuk angka putus sekolah, di Sidoarjo tercatat mengalami penurunan dari 7.430 anak pada 2024 menjadi 4.305 anak di 2025.{*}
- Dewan Pendidikan Kabupaten Sidoarjo 2026-2031
- Ketua: Nanang Wahyono
- Sekretaris: Ali Mashuri
- Bendahara: Niswatin
- Anggota: Joko Siswanto, Misbahuddin, Qodim, Anita Puji Astutik, Budi Rahayu Sri Wulan, Fajar Rahmat Dwi Miarsa, Pancanto Kuat Prabowo, Anas Syamsul Arif.
| Baca berita Pemkab Sidoarjo. Baca tulisan terukur Syaikhul Hadi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur