Keputusan Gelar Pahlawan Gus Dur di Tangan Jokowi

barometerjatim.com  |   Sabtu, 21 Okt 2017 20:32 WIB

LAYAK PAHLAWAN NASIONAL: KH Abdurrahman Wahid, kiprahnya selama ini layak dianugerahi gelar pahlawan nasional. | Foto: Ist

PONOROGO, Barometerjatim.com Seluruh tahapan prosedural pengajuan gelar kepahlawanan untuk Presiden ke-4 RI, KH Abdurrahman Wahid alias Gus Dur sudah dilalui. Saat ini keputusan berada di tangan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Baca juga: Pemprov Jatim Raih WTP 11 Kali Beruntun, BPK: Bukan Jaminan Tak Ada Kecurangan!

Hal itu ditegaskan Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansa usai menghadiri resepsi tasyakuran peringatan 28 tahun Pesantren Putri Al Mawaddah Coper, Kecamatan Jetis, Kabupaten Ponorogo, Sabtu (21/10).

Khofifah menegaskan, Direktorat Jenderal Kepahlawanan, Keperintisan, Kesetiakwanan, Restorasi Sosial Kemensos mengusulkan beberapa nama untuk mendapat gelar sejak tiga tahun lalu. Satu di antaranya ada nama Gus Dur. Namun waktu itu Jokowi memutuskan memberikan gelar pahlawan kepada sebagian orang dari yang diusulkan.

Baca: Tahun Ini, Kemensos Usulkan 9 Nama Pahlawan Nasional

"Presiden berkenan menganugerahkan kepada empat orang, tahun lalu satu orang dapat gelar pahlawan. Sisanya pending, dalam arti sudah selesai di tim TP2GP (Tim Peneliti Pengkaji Gelar Pusat)," katanya.

Baca juga: KCB Kencang Demo PT PJU, Minta Khofifah Copot Plt Direktur dan Dewan Komisaris!

Selain TP2GP, nama yang diusulkan juga harus lolos dari kajian tim Dewan Gelar. Nah, salah satu yang sudah selesai dikaji oleh TP2GP dan Dewan Gelar adalah nama Gus Dur dan Profesor Lafran Pane.

Berkas hasil kajian TP2GP dan Dewan Gelar, lanjut Khofifah, sudah diserahkan ke Presiden Jokowi dua hari lalu, Kamis, 19 Oktober 2017. "Sekarang tinggal menunggu keputusan presiden," ujarnya.

Baca: Ternyata, Gus Dur Lebih Senang Disebut Bapak Kemanusiaan

Baca juga: KCB Demo Dugaan Korupsi CSR PT PJU, Desak Kejati Jatim Ambil Alih Penyelidikan!

Bagi warga Nahdlatul Ulama dan pesantren anugerah gelar pahlawan nasional bakal  menjadi hadiah, terlebih berdekatan dengan peringatan Hari Santri Nasional, 22 Oktober 2017.

"Izinkanlah saya mengucapkan besok adalah Hari Santri Nasional, dalam rangkaian ini Pesantren Al Mawaddah Ponorogo merayakannya lebih dulu, sehari sebelum hari perayaannya besok," ucap Khofifah yang juga Ketua Umum PP Muslimat Nahdlatul Ulama itu.


Berita Terbaru

Berita Populer