Tertangkap di Malaysia, Besok Buron P2SEM Dibawa ke Jatim

Reporter : Abdillah HR  |   Selasa, 28 Nov 2017 22:16 WIB
BURONAN TERPIDANA P2SEM: Buronan terpidana kasus P2SEM, dr Bagoes Soetjipto (kanan) saat tiba di Batam. Besok dijadwalkan dibawa ke Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. | Foto: Ist

SURABAYA, Barometerjatim.com - Masih ingat dokter Bagoes Soetjipto? Ya, setelah tujuh tahun menjadi buron, terpidana korupsi dana Program Penanganan Sosial Ekonomi Masyarakat (P2SEM) Pemprov Jatim itu tertangkap di Johor Bahru, Malaysia, Selasa (28/11).

Bagoes tampak digiring tim Kejaksaan Agung (Kejagung) saat keluar dari pintu imigrasi pelabuhan sampai ke mobil, kemudian menuju ke Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Batam yang berlokasi tidak begitu jauh dari Pelabuhan Batam Center untuk selanjutnya dibawa ke Kejagung.

Baca juga: Eks Kadis Akui Monev Hibah Jatim Hanya sampai LPJ, Tak Cek Hasil Pekerjaan!

Asisten Pidana Khusus Kejati Jatim, Didik Farkhan Alisyahdi saat dikonfirmasi wartawan membenarkan kabar penangkapan tersebut. "Sekarang dibawa ke Kejagung. Saya mau berangkat ke Jakarta untuk menjemput, besok dibawa ke Kejati Jatim," katanya.

Baca juga: Hasto Ungkap Hidupnya Sempurna di Penjara: Sekarang Kolesterol Naik Lagi!

Sekadar memanggil memori kita kembali. P2SEM adalah bantuan hibah yang dikucurkan Pemprov Jatim pada 2008 dengan total hibah ratusan miliar rupiah. Untuk mendapatkan dana, pengaju harus memperoleh rekomendasi dari anggota DPRD Jatim.

Belakangan diketahui hibah diselewengkan banyak oknum. Sejumlah orang bahkan sudah masuk bui karena kasus ini, di antaranya ketua DPRD Jatim kala itu, mendiang Fathorrasjid. Bagoes sendiri disidang secara in absentia dan terbukti bersalah menjadi pengepul dana P2SEM.

Baca juga: 14 Korlap Kusnadi Kelola Hibah Rp 120,5 M, Siap-siap Dipanggil ke Pengadilan!

Sejak kasus itu diusut pada 2009 dan jadi tersangka, Bagoes menghilang. Kala itu Kejati Jatim dijabat Zulkarnain, mantan wakil ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Bertahun-tahun Bagoes pun menjadi misteri karena perannya disebut-sebut sebagai kunci terkuaknya keterlibatan pihak lain dalam kasus P2SEM.{*}


Berita Terbaru

Berita Populer