Komentari Donald Trump, Said Abdullah Kelakar Takut Rumahnya Dibom!

Reporter : -
Komentari Donald Trump, Said Abdullah Kelakar Takut Rumahnya Dibom!
CANDA BUYA: Said Abdullah, kelakar takut rumahnya dibom jika komentari Donald Trump. | Foto: Barometerjatim.com/RQ

SURABAYA | Barometer Jatim – Ketua DPD PDIP Jatim, Said Abdullah melempar kelakar takut rumahnya dibom saat komentari Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump. Upss!

Bermula saat ditanya wartawan terkait sikap pemerintah RI yang netral terhadap perang AS-Israel versus Iran, Said menyatakan tidak yakin.

“Saya tidak yakin pemerintah akan netral,” katanya usai peringatan Nuzulul Qur’an bareng anak yatim dan janda di kantor PDIP Jatim, Kamis (5/3/2026) sore.

Apa alasannya? “Saya tidak yakin pemerintah netral. Ini kami yang sampaikan. Saya fokus acara saya, oke? Saya fokus acara saya, sudah? Ini acara saya, saya fokus,” katanya.

Namun terkait Donald Trump, Said yang juga ketua Badan Anggaran (Banggar) DPR RI berkelakar kalau kata ibunya memang orang yang tidak layak jadi presiden. 

“Kata ibunya, yang saya lihat di Tiktok,” ucap Said membuat wartawan dan sejumlah kader PDIP terkekeh. “Kata ibunya, bukan kata saya lho ya. Saya takut juga, entar dibom rumah saya,” tandasnya yang kembali bikin gergeran.

Selebihnya, soal perang AS-Israel versus Iran, Said berharap konflik tersebut segera diakhiri karena tidak membawa keuntungan bagi siapa pun.

“Sungguh kami menyesalkan konflik yang terjadi. Kami tidak berharap konflik ini akan mendera, akan membebani Timur Tengah, sekitarnya, dan akhirnya juga akan sampai ke kami. Jangan sampai itu terjadi,” katanya.

Said juga turut berduka cita atas meninggalnya Ayatullah Sayyid Ali Khamenei dalam perang tersebut. Bagaimanapun, dia adalah saudara se-Islam dan saudara sekemanusiaan. 

“Kami berharap, sudahlah akhiri semua ini. Tidak ada perang itu di mana pun yang akan membawa keuntungan bagi siapa pun, selain membunuh kemanusiaan itu sendiri,” ucapnya.

Dia juga tidak mengerti kenapa bara itu ditumpahkan Trump dan Israel di Timur Tengah. Kenapa Trump menjepit negara-negara teluk dengan menggandeng Israel.

“Kan posisinya susah, negara-negara teluk susah. Bela Israel akan dikecam rakyatnya dan dunia internasional, bela Iran dia juga akan digebukin Amerika,” katanya.{*}

| Baca berita PDIP Jatim. Baca tulisan terukur Roy Hasibuan | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur

Simak berita terukur barometerjatim.com di Google News.