Setoran Dividen BUMD Surabaya ke Pemkot Naik Tajam, Tembus Rp 204,6 Miliar!
SURABAYA | Barometer Jatim – Kontribusi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Surabaya naik signifikan. Hal itu dapat dilihat dari realisasi dividen yang disetorkan dalam satu tahun terakhir.
Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (BPSDA) Kota Surabaya, Vykka Anggradevi Kusuma mengungkap, realisasi dividen yang disetor BUMD ke Pemkot Surabaya per 1 Desember mencapai Rp 204,6 miliar. Angka ini meningkat signifikan, naik 4,75% dibandingkan dengan 2024.
Baca juga: Eri Cahyadi: Perbedaan Idul Fitri Itu Keindahan, Jangan Saling Menyalahkan!
"Dividen yang disetorkan pada tahun berjalan tercatat mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini dipengaruhi beberapa faktor, mulai perbaikan tata kelola, efisiensi operasional, serta optimalisasi unit usaha yang telah berjalan," katanya, Minggu (21/12/2025).
Melihat capaian tahun ini, lanjut Vykka, Pemkot Surabaya optimis bakal meningkat lagi di 2026. Menurutnya, BUMD tetap diproyeksikan dapat menyetorkan dividen, bahkan diupayakan meningkat setiap tahun.
“Di tengah kebijakan pemotongan anggaran Transfer ke Daerah (TKD), Pemkot Surabaya terus memacu peningkatan PAD melalui pengembangan BUMD yang lebih adaptif dan progresif ke depannya,” sebutnya.
Baca juga: Nekat Buka saat Ramadan, Pemkot Surabaya Segel Tempat Biliar dan Panti Pijat!
Terkait ekspansi lini bisnis BUMD, Vykka menerangkan, pengembangan dan perluasan harus memperhatikan kajian kelayakan serta sejalan dengan rencana pembangunan Surabaya.
“Rencana 2026 BUMD akan mengembangkan lini bisnis pengelolaan ducting yang akan bekerja sama dengan swasta, dan pengembangan bisnis supply chain bahan pokok pangan,” katanya.
“Maka dari itu, pengembangan dan perluasan lini bisnis harus memperhatikan kajian kelayakan serta linear sesuai dengan rencana pembangunan Kota Surabaya,” imbuh Vykka.{*}
Baca juga: Dipayungi Langit Mendung, Umat Hindu di Surabaya Antusias Arak Ogoh-ogoh
| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur