Sambut Seruan Prabowo, 61.500 Warga Surabaya Tumpah Ruah Gelar Kurve!

Reporter : Andriansyah  |   Minggu, 15 Feb 2026 14:37 WIB
KURVE: Wali Kota Eri Cahyadi pimpin bersih-bersih sampah di Pantai Batu-Batu Kenjeran Surabaya. | Foto: IST

SURABAYA | Barometer Jatim – 61.500 warga Surabaya tumpah ruah di sepanjang Pantai Batu-Batu, Taman Suroboyo, Kenjeran, Minggu (15/2/2026) pagi. Mereka melakukan aksi kurve bersih-bersih pantai memperingati Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026.

Dari 61.500 partisipan, 1.500 terdiri dari unsur Forkopimda Surabaya, Pusdal Kementerian Lingkungan Hidup (LH), warga Kecamatan Bulak, hingga personel TNI-Polri yang berkumpul di titik pusat, Pantai Batu-Batu. 

Baca juga: Prabowo Gagas Gentengisasi, Gerindra Jatim: Bisa Kurangi Impor Seng Rp 5 Triliun!

Sedangkan 60.000 lainnya, merupakan gerakan kerja bakti yang juga digelar warga secara serentak di 243 titik yang tersebar di 31 kecamatan se-Kota Surabaya.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menuturkan kegiatan ini merupakan bentuk dukungan nyata Pemkot Surabaya terhadap instruksi Presiden Prabowo Subianto terkait pelestarian lingkungan hidup dan pengelolaan sampah.

Eri menekankan kebersihan adalah tanggung jawab bersama, bukan sekadar tugas pemerintah. Dia berkomitmen untuk menjalankan program pemerintah pusat ini secara konsisten mulai dari level akar rumput.

“Saya ingin momentum HPSN 2026 ini, menjadi awal untuk memulai gerakan pemilahan sampah dari tingkat rumah tangga di setiap perkampungan dan bersinergi dengan Kampung Pancasila,” katanya.

TUMPAH RUAH: Berbagai elemen di Surabaya melakukan aksi kurve sambut seruan Presiden Prabowo. | Foto: IST

Eri juga meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Surabaya untuk membuat aturan jenis sampah yang boleh diangkut saat kerja bakti. Hal ini dilakukan karena banyaknya warga yang membuang furnitur, seperti kursi dan kasur saat kerja bakti saluran atau lingkungan.

Baca juga: Tekan Harga Bahan Pokok Jelang Ramadan, Pemkot Surabaya Gencarkan GPM!

“Saya sering keliling dan banyak melihat, saat kerja bakti yang keluar dari rumah bukan sampah saluran atau ranting pohon, tapi kursi rusak dan kasur. Ini namanya bukan kerja bakti, tapi aji mumpung titip buang sampah besar. Jika warga ingin membuang furnitur bekas, harusnya dibuang di luar jadwal kerja bakti rutin,” terangnya.

Sebagai efek jera, Eri akan memperkuat koordinasi dengan Pengadilan Negeri untuk memberikan denda besar bagi warga yang membuang sampah sembarangan, seperti melempar dari dalam kendaraan atau membuangnya ke sungai. 

“Dendanya jangan diringankan lagi supaya jadi pelajaran," tegas wali kota yang akrab disapa Cak Eri itu.

Sementara itu Kepala DLH Kota Surabaya, Dedik Irianto, menjelaskan peringatan HPSN di Surabaya dilakukan serentak dengan aksi kerja bakti di kawasan Pantai Batu-batu dan di wilayahnya masing-masing.

Baca juga: Renovasi Rumah Tak Layak Huni, Eri Cahyadi Utamakan Warga Miskin Desil 1-5!

"Target kita adalah membentuk perilaku hidup bersih. Pak Wali Kota Eri Cahyadi  juga mengarahkan agar setiap kantor melakukan kurve atau pembersihan lingkungan kantor setiap pagi sebelum mulai bekerja," katanya.

Seluruh sampah hasil kerja bakti hari ini, ucapnya, akan ditimbang untuk memantau volume sampah yang berhasil dikurangi sebelum masuk ke TPA Benowo.{*}

| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer