Sekda Sidoarjo Minta Maaf soal Bukber Mewah ala Bollywood, Bantah Pakai APBD!

Reporter : Syaikhul Hadi  |   Sabtu, 14 Mar 2026 20:47 WIB
HEBOH: Sekda Sidoarjo, Feny Apridawati tampil ala Bollywood saat buka puasa bersama di Mahabarata Palace. | Foto: IST

SIDOARJO | Barometer Jatim – Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Sidoarjo, Feny Apridawati meminta maaf kepada masyarakat setelah videonya mengenakan kostum bertema Mahabarata dalam acara buka puasa bersama (bukber) dengan OPD dan kalangan camat di Mahabarata Palace, Graha Unesa Surabaya viral.

"Saya mohon maaf yang setulus-tulusnya atas kegaduhan ini. Ini sama sekali tidak saya duga," katanya, Jumat (13/3/2026). 

Baca juga: Penghujung Ramadan, PWI Sidoarjo Turun Bagi-bagi Takjil ke Pengguna Jalan

Feny menjelaskan, kehadirannya dalam bukber mewah ala Bollywood tersebut merupakan undangan dari sahabatnya, Trisulowati alias Chinchin. Menurut Feny, acara tersebut berkaitan dengan kegiatan promosi restoran bertema Mahabarata yang berada di kawasan gedung Graha Unesa tersebut. 

“Saya diminta untuk memakai baju yang sudah beliau sediakan di sana untuk pembuatan video promosi. Nah, kebetulan temanya Mahabarata, jadi saya diminta menyesuaikan kostum dengan dekorasi yang ada di sana,” ujarnya.

Feny menegaskan, penggunaan kostum tidak menjadi kewajiban bagi para tamu. “Tidak semua memakai kostum. Hanya saya dan beberapa ibu-ibu yang berkenan saja,” katanya.

Dia juga memastikan kegiatan tersebut tidak menggunakan anggaran pemerintah daerah. “Saya tegaskan kegiatan itu tidak menggunakan APBD. Ini undangan pribadi sekaligus silaturahmi di bulan suci Ramadan,” tambahnya. 

Feny mengakui, video yang beredar di media sosial menimbulkan persepsi negatif di masyarakat. Namun kritik dari masyarakat akan menjadi evaluasi bagi pemerintah daerah ke depan. 

“Kami menyadari publikasi yang beredar menimbulkan kegaduhan dan dianggap kurang sensitif terhadap kondisi masyarakat. Kepercayaan masyarakat adalah hal yang sangat penting bagi kami,” ucapnya. 

Undangan Pribadi

Sementara itu Pengelola Graha Unesa, Trisulowati alias Chinchin membantah narasi yang menyebut acara tersebut merupakan kegiatan mewah yang digelar Sekda Sidoarjo dengan menyewa gedung menggunakan anggaran APBD.

Menurutnya, acara bertemakan Mahabarata tersebut merupakan kegiatan yang diselenggarakan sendiri untuk menarik kalangan pengunjung selama Ramadan. 

“Yang dinarasikan dalam media sosial seolah-olah Bu Feni menyewa gedung ini, itu tidak benar. Gedung ini memang saya yang mengelola, siapa pun bisa buka bersama di sini,” katanya.

Baca juga: 4 Eks Pejabat Sidoarjo Divonis Ringan dalam Korupsi Rusunawa, JPU Banding!

Chinchin menegaskan, dirinya memang mengundang Feny secara pribadi sebagai teman, bukan dalam kapasitas jabatan.

“Datang dua orang, tiga orang, makan boleh. Tidak ada sewa gedung seperti yang dinarasikan. Saya mengundang Bu Feni sebagai teman. Saya kenal beliau sudah lebih dari 10 tahun, jauh sebelum beliau menjadi Sekda,” katanya. 

Dia menyebut undangan tidak hanya diberikan kepada Feny. “Yang saya undang bukan hanya Bu Feni, banyak teman-teman saya juga saya undang,” ujarnya.

Dekorasi Mahabarata

Soal dekorasi Mahabarata, menurut Chinchin muncul secara spontan setelah mendapat masukan dari anaknya yang berada di London. Konon, tempat tersebut (Istana Mahabarata) sempat viral di media sosial. 

“Awalnya viral di media sosial disebut Istana Mahabarata. Karena itu saya sekalian buat konsep dekorasinya bertema Mahabarata di sini,” katanya.

Baca juga: Rutin Setiap Ramadan, DPRD Surabaya Gelar Bukber dan Santuni Anak Yatim

Konsep tersebut, lanjutnya, hanya bersifat sementara selama Ramadan untuk memperkenalkan Graha Unesa kepada masyarakat. 

Dia berharap pemberitaan mengenai polemik tersebut disampaikan secara berimbang. “Kalau dinarasikan seolah-olah Bu Feni menyewa tempat mewah, itu tidak fair. Yang mewah memang gedungnya, bukan karena Bu Feni yang membuat acara,” katanya.

Dia juga meminta publik memahami, bahwa hubungan pertemanan tetap bisa terjalin meskipun seseorang memiliki jabatan.

“Masak orang jadi pejabat tidak boleh punya teman? Kita juga manusia,” ucapnya.{*}

| Baca berita Pemkab Sidoarjo. Baca tulisan terukur Syaikhul Hadi | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur


Berita Terbaru

Berita Populer