Hormati Nyepi, Eri Cahyadi Imbau Takbiran di Sekitar Pura Tanpa Pengeras Suara!
SURABAYA | Barometer Jatim – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi mengimbau warganya untuk memperkuat toleransi dan saling menghormati antarumat beragama. Hal itu menyusul momen Hari Raya Nyepi dan Hari Raya Idul Fitri yang berlangsung dalam waktu berdekatan.
Dia menekankan pentingnya menjaga kekhusyukan umat Hindu yang sedang menjalani prosesi Nyepi, terutama saat umat Islam merayakan malam takbiran. Eri meminta agar pelaksanaan takbir di wilayah yang berdekatan dengan tempat ibadah umat Hindu dilakukan dengan penyesuaian.
Baca juga: Libur Lebaran Pengunjung KBS Diprediksi Melonjak, Jangan Khawatir Urusan Parkir!
"Maka saya juga berharap ketika ada takbir, di titik-titik tertentu yang ada warga Surabaya beragama Hindu, saya nyuwun (minta) tolong seperti di Kenjeran, agar yang melakukan takbir tidak keliling di sekitar Pura," ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Wali Kota yang akrab disapa Cak Eri itu menekankan pengelola masjid atau mushala yang lokasinya berdekatan dengan Pura, agar tidak menggunakan pengeras suara luar saat mengumandangkan takbir. Tujuannya agar tidak mengganggu keheningan yang menjadi bagian utama dari ibadah Nyepi.
"Jikalau itu berdekatan dengan Pura, mohon tidak menggunakan pengeras suara (luar). Cukup di dalam saja pengeras suaranya, tidak ke luar dari masjid, karena kita menghormati saudara-saudara kita umat Hindu yang memang sedang memperingati Hari Nyepi," ucapnya.
Baca juga: Eri Cahyadi Perketat Pendatang Baru, Tak Jelas Jangan Coba-coba Masuk Surabaya!
Menurutnya, langkah ini diambil sebagai wujud komitmen Pemkot Surabaya dalam menjaga kerukunan dan harmoni di tengah keberagaman masyarakat. Eri meyakini bahwa semangat gotong royong dan rasa saling menghargai akan menjadikan Surabaya sebagai kota yang sejuk dan toleran bagi seluruh penganut kepercayaan.
Eri juga mengajak tokoh agama dan tokoh masyarakat di tingkat kecamatan serta kelurahan, untuk aktif memantau dan menyosialisasikan imbauan ini demi kenyamanan bersama selama hari besar keagamaan berlangsung.
“Mari kita bersama menjaga kerukunan dan keharmonisan di Kota Surabaya,” ajaknya.{*}
Baca juga: Banyuwangi Siapkan 48 Masjid Ramah Pemudik, Terbanyak di Jatim!
| Baca berita Pemkot Surabaya. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur