Panas! Demo KCB Soroti CSR BUMD Jatim PT PJU 'Diusik' Massa Beratribut SPSI
SURABAYA | Barometerjatim.com – Aksi demonstrasi Komunitas Cinta Bangsa (KCB) Jatim menyoroti dugaan korupsi dana Corporate Social Responsibility (CSR) PT Petrogas Jatim Utama (PJU) -- salah satu BUMD Jatim, Senin (8/6/2026), memanas lantaran 'diusik' massa beratribut Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) Jatim.
Sekadar tahu, Dewan Pengurus Daerah (DPD) SPSI Jatim saat ini diketuai Achmad Fauzi yang juga Komisaris Utama PT PJU.
Bermula dari aksi KCB di depan Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jatim, mendadak suasana berubah tegang lantaran massa SPSI tiba-tiba datang dan memepet ketat dengan menggelar 'demo tandingan' sambil mengusung slogan: Jawa Timur baik-baik saja.
“Kita joget, hidup Jawa Timur, ayo goyang terus,” ajak Jazuli, orator aksi dari atas mobil komando. Massa SPSI kemudian berjoget ria, mengikuti irama musik rancak.
Sahut-sahutan orasi pun terjadi. Namun melihat situasi tak kondusif, Koordinator KCB Jatim, Holik Ferdiansyah lantas mengajak massanya bergeser untuk menggelar aksi ke depan Gedung Negara Grahadi.
Setiba di lokasi, Holik langsung menggelar orasi menuntut kepastian hukum terkait dugaan korupsi CSR PT PJU yang sudah dilaporkan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Banyuwangi, hingga menyoal jabatan direktur yang berkali-kali diisi Pelaksana Tugas (Plt).
“Hari ini kita berada di Grahadi, menyampaikan aspirasi damai, mengutuk dugaan korupsi yang ada di PT PJU,” katanya. Dia juga menyinggung ada kelompok yang mengusik aksi KCB di Kejati, mencoba melakukan provokasi.
Namun belum tuntas berorasi, iring-iringan massa SPSI menyusul ke Grahadi dan kembali memepet KCB. “Maju terus. Mokomnya (mobil komando) SPSI kasih tempat,” teriak Jazuli.
“Kasih musik yang rancak mas operator, khusus untuk kawan-kawan yang berjoget hari ini. Tiap hari kita berjoget,” sambungnya.
Massa Saling Berjoget
Kedatangan massa SPSI tak menghentikan orasi Holik dan meminta kawan-kawannya tetap kencang menyuarakan aspirasi. Namun lagu yang keras dan rancak membuat orasinya tak terdengar maksimal.
Merasa kembali diusik, massa KCB kemudian membakar ban bekas, poster bergambar Achmad Fauzi, dan spanduk lainnya ikut dibakar. Api berkobar dan asap tebal hitam mengarah kencang ke massa SPSI.
“Ora opo-opo (tidak apa-apa), SPSI suka. Kita berjoget terus, Jatim baik-baik saja,” balas Jazuli menyemangati massanya.
Karuan saja separuh jalan raya di depan Grahadi berubah jadi arena joget di tengah kobaran api dan kepulan asap hitam. Meski kedua massa berhadap-hadapan dan saling joget, beruntung tidak sampai bentrok.
Holik sempat memprotes ke pihak keamanan karena orasinya diusik. “Kita mau orasi baik-baik, kita tidak mau terprovokasi. Kita cuma mau bersuara, menyampaikan pendapat,” kesalnya.
Setelah api berangsur padam, massa KCB akhirnya bergeser meninggalkan lokasi aksi. Beberapa saat kemudian, massa SPSI juga ikut bergeser.
Ditanya terkait kehadiran massa beratribut SPSI, Holik menyatakan tidak tahu pasti apa tujuannya yang tiba-tiba datang dan teriak-teriak Jatim baik-baik saja di tengah penuntasan banyaknya kasus korupsi oleh KPK dan kejaksaan.
“Kami menduga ini upaya untuk membungkam suara rakyat, utamanya dalam penuntasan dugaan korupsi dana CSR PT PJU yang terindikasi menyeret AF,” kata Holik.
“Kami, KCB, menghindari bentrok fisik sebab urusan kami tidak ada hubungannya dengan SPSI, meski kami sering diprovokasi,” sambungnya.
Dia juga menandaskan, dalam waktu dekat akan menggelar aksi lanjutan. “Kami berharap hal-hal seperti tadi tidak terulang, dan pihak kepolisian dapat mengamankan jalannya aksi,” ujarnya.
“Bagi kami, Dumas (pengaduan masyarakat) dugaan korupsi dan penyalahgunaan wewenang dalam penyaluran dana CSR, harus naik ke tahap penyidikan. Jika dibiarkan bukan tidak mungkin kasus ini dianggap kedaluwarsa," imbuh Holik.
Sama-sama Jaga Jatim
Di sisi lain, Jazuli menyampaikan aksinya adalah upaya untuk menjaga Jatim dari segelintir orang yang mempunyai kepentingan di Pelabuhan Probolinggo.
“SPSI Jatim sepakat menjaga Jatim tetap kondusif, damai, cinta hukum. Bahwa urusan hukum itu sudah ada tempatnya, sudah ada bidangnya. Kita percayakan pada APH yang mempunyai kewenangan terkait hukum. Ayo kita jaga Jatim tetap kondusif, aman, tertib, damai, indah,” ujarnya.
Jadi demo SPSI ini untuk menandingi KCB? “Ya sama-sama menjaga Jatim. Kita tidak menandingi, tapi turut serta menyuarakan Jatim adalah rumah kita. Jatim sudah tertib, kondusif, yang terbaik itu kita suarakan,” tandasnya.{*}
| Baca berita BUMD Jatim. Baca tulisan terukur Andriansyah | Barometer Jatim - Terukur Bicara Jawa Timur